2 Kemampuan berpikir logis dapat membuat pola pikir Anda menjadi lebih tajam dan juga berkembang. Dengan kemampuan tersebut, Anda dapat menganalisis setiap permasalahan yang dihadapi secara runtut dan ilmiah. 3. Kemampuan berpikir logis dapat membantu Anda dalam meningkatkan kemampuan berpikir abstrak, cermat, dan juga objektif. 4.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Growth mindset merupakan pola pikir yang berkembang yang dapat diartikan sebagai kemampuan diri yang dapat dikembangkan dan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Perubahan pola pikir dapat tumbuh dan berkembang dengan berbagai cara yaitu membaca buku, melihat video pembelajaran, mengikuti pelatihan-pelatihan dan bisa sharing dengan teman-teman. Pola pikir bisa berubah karena informasi-informasi yang didapat kemudian diserap oleh otak kita. Otak itu berkaitan dengan pola pikir atau disebut pikir merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada manusia sehingga mampu berpikir dan membedakan benar serta salah. Pola pikir yang telah diberikan ini membedakan dengan makhluk lainnya yaitu hewan. Walaupun hewan diberikan otak tapi tidak diberikan akal pikir untuk berpikir. Jika ada manusia yang diberikan otak dan tidak digunakan akal pikirnya dengan sebaik baiknya, apakah bisa dikatakan sama dengan hewan? Kadang manusia sudah diberikan pola pikir yang gunanya untuk berpikir tetapi kenyataanya tidak digunakan dengan baik, seperti manusia yang bermalas-malasan untuk belajar dan tidak mau untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam dirinya. Padahal manusia diberikan akal untuk berpikir dan untuk menyelesaikan permasalahan. Otak yang berfungsi untuk berpikir dan yang ada dikepala kita harus digunakan sebaik mungkin sebab hal ini merupakan nikmat yang harus disyukuri. Gunakan pola pikirmu sebelum pikunmu datang. Gunakan pikiran positifmu sebelum pikiran negatif datang. Pikiran yang telah diberikan kepada kita haruslah digunakan benar-benar untuk berpikir dalam hal yang benar dan mampu digunakan secara maksimal. Kalaupun tidak digunakan secara maksimal akan membuat pikiran kita sulit berpikir sebab tidak sering diasah. Pikiran manusia ibaratkan seperti pisau yang tidak sering diasah membuat pikirannya menjadi tidak tajam, tidak mampu berpikir kritis dan analitis. Kalaupun pikiran kita sering diasah akan memberikan ketajaman berpikir yang kritis dan analitis. Maka sewaktu kita memiliki pikiran yang sehat harus digunakan dengan baik sebelum pikiran kita diserang sehingga menjadi nikmat yang sudah diberikan berupa pola pikir yang sehat harus digunakan sebaik mungkin dengan cara menggunakan pikiran untuk menyelesaikan masalah yang mudah ataupun sulit, menggunakan pola pikir untuk merumuskan kebijakan atau aturan dengan baik, menggunakan pola pikir untuk mengambil sebuah keputusan yang rumit, menggunakan pola pikir untuk menganalisis, menggunakan pola pikir untuk berpikir kreatif dan kritis. Jadi disini mensyukuri nikmat dengan cara menggunakan nikmat itu sebaik mungkin untuk Pola pikir tidak bisa digunakan semaksimal mungkin jika pola pikir kita tidak ada nutrisi yang dipenuhi. Perlu diingat bahwa dalam diri kita harus terpenuhi kebutuhan-kebutuhan diri. Kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu kebutuhan fisik, otak dan hati nurani. Kebutuhan fisik merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan raga kita, melalui makan minum dan olahraga merupakan contoh dari pemenuhan kebutuhan fisik. Sedangkan kebutuhan otak juga harus dipenuhi kebutuhannya dengan cara makan-makan yang bergizi supaya otak dapat bekerja dengan baik, dengan membaca buku menambah ilmu dan pengetahuan, dengan menambah pengalaman membuat pemahaman tentang dunia juga bertambah. Kemudian hati nurani, fungsi hati nurani ini yaitu sebagai pedoman dan hati nurani sebagai norma untuk menilai sebuah perilaku bahwa tindakan itu baik atau buruk. Melalui agama maka hati nurani juga dapat membedakan bahwa yang dilakukan itu baik dan buruk, maka dengan demikian kebutuhan hati nurani yaitu dengan cara memahami ilmu agama supaya dapat membedakan baik dan kita merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dijaga dan dilindungi sebaik mungkin, sebab pikiran itu sangat penting. Kepala dan segala isi didalamnya yang terletak diatas sendiri ibaratkan pemimpin. Pemimpin itu pemegang koordinasi dan keputusan dari segala hal. Kalaupun pemimpin bilang A ya pasti bawahannya akan mengikuti apa yang diperintahkan pemimpinnya. Kalaupun pimpinannya baik pasti akan memberikan perintah yang jelas dan baik. Sama dengan pola pikir kita kalau pikiran kita kotor maka akan memberikan perintah untuk melakukan hal yang buruk dan sebaliknya kalau pikirannya baik maka akan menggerakan diri juga kearah yang baik. Maka yang perlu digarisbawahi yaitu yang menggerakan semua langkah dan gerak kita adalah pikiran kita. Jadi pikiran kita harus dijaga dengan baik sebab pikiran kita adalah pemimpin. Pikiran kita supaya terjaga dengan baik harus menghindari kebiasaan buruk dan juga harus menstimulus otak supaya tambah cerdas. Otak harus banyak distimulus maka akan membuat neuron tersambung satu dengan lainnya, apabila neuron semakin banyak tersambung antar neuron membuat semakin cerdas. Stimulus bisa melalui belajar bisa membaca buku, melihat youtube, mengikuti pelatihan dan sharing pada teman dan permainan yang mengedukasi. Jadi dalam konteks ini adalah memperbanyak stimulus supaya otak menjadi cerdas. Ibarat 1 + 1+ 1 + 1= 4, artinya menambah 1 pengetahuan ditambah 1 pengetahuan baru yang berbeda terus ditambah 1 serta ditambah lagi pengetahuannya akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang kompleks di dalam otak kita. Jadi sering-seringlah menstimulus otak kita dengan ilmu pikir yang setiap harinya selalu diasah akan menghasilkan pola pikir yang memiliki ketajaman berpikir serta analisa yang mendalam dalam menghadapi masalah. Masalah yang ada didepan akan bisa dibedah oleh individu yang selalu mengasah pola pikirnya. Mengasah pola pikir yaitu dengan cara membaca buku, memperbanyak pengetahuan apapun dan mengasah kemampuan berpikir dengan memecahkan masalah. Memecahakan masalah tidak asal memecahkan masalah begitu saja tetapi memecahkan masalah dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman. Artinya disini adalah ilmu yang mendasari perbuatan kita. Hal ini sejalan dengan taksonomi Bloom yaitu tahapan kognitif mulai tahapan pengetahuan sampai mengaplikasikan dan pola pikir yang growth mindset supaya pola pikiran kita dapat mengarahkan kepada yang baik sebab pikiran merupakan salah satu penyebab seseorang berperilaku. Mindset yang mengarahkan juga ingin bekerja dengan baik atau buruk. Kalau mindset kita sudah mengatakan saya malas ya nanti bakalan membuat males dalam aktivitas bekerjanya. Maka mindset yang seperti ini harus diubahnya supaya menjadi mindset yang semangat dalam bekerja. Ada juga pola pikir yang fixed mindset dan growth mindset, kalau orang yang bekerja didalam sebuah perusahaan harus mempunyai growth minset bukan fixed mindset. 1 2 Lihat Fiksiana Selengkapnya
Polapikir manusia adalah hal yang fitrah dalam diri manusia sendiri, dimana pola pikir ini mengalami beberapa tahapan revolusi dan perkembangan yang sejalan dengan perkembangan zaman. Mitologi mungkin akan terus eksis di dalam peradaban ini ketika manusia belum menemukan suatu jawaban atas sebuah misteri. Mitologi bisa tertanam ke dalam kepribadian yang paling prinsip sekalipun, bahkan

› Opini›Pola Pikir Baru Pembangunan... OlehMaxensius Tri Sambodo 4 menit baca Dalam laporan yang berjudul ”Project 2045 The Path to Peaceful and Prosperous Indonesia in 2045”, tampak suatu keinginan yang kuat dari Pemerintah Indonesia, Jepang, dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa- Bangsa UNDP untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara pendapatan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu negara. Namun sayang, kerap kali tingkat pendapatan dinilai sebagai tujuan akhir. Eksploitasi sumber daya alam dan pengabaian pengembangan kapabilitas sumber daya manusia dilakukan demi mengejar laju pertumbuhan yang tinggi. Akibatnya, kerusakan kondisi lingkungan, sosial, dan budaya menjadi hal yang kerap kali terjadi. Paradigma pembangunan mengatakan bahwa tingkat pendapatan merupakan alat untuk mencapai tujuan berbangsa, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Dengan demikian, Indonesia perlu lebih substantif melihat peranan sumber daya alam, lingkungan, dan modal sosial dalam pembangunan ekonomi. Pengabaian terhadap pilar-pilar itu akan mengancam daya ketahanan resilient, keberlanjutan sustainability, dan kesejahteraan lingkunganMenyikapi Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024, hingga Visi Indonesia 2045, maka perlu dimulai dari perubahan paradigma pembangunan mindset bahwa ancaman bencana ataupun kerusakan alam, baik yang disebabkan oleh faktor alam dan/ atau faktor nonalam maupun faktor manusia, akan menjadi faktor penghambat utama bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan sustainable development goals.Pembangunan perlu semakin mengarusutamakan perlindungan terhadap lingkungan hidup dan mengantisipasi kejadian bencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang No 24/2007 tentang Penanggulangan pula komitmen Indonesia dalam konteks pengurangan emisi gas rumah kaca, sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Presiden No 61/2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Implementasi regulasi ini dapat mengurangi risiko bencana yang terkait dengan perubahan pembangunan yang akan berdampak pada risiko bencana, kerusakan lingkungan, perubahan iklim, keselamatan manusia dan kelestarian ekosistem perlu lebih banyak didiskusikan secara lebih matang, melibatkan banyak sektor, dan demikian, keterpaduan perencanaan pembangunan mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan tingkatan di bawahnya perlu terus didorong. Meski demikian, perlu diakui bahwa implementasi kebijakan kerap kali menghadapi banyak permasalahan, seperti kapabilitas dan kompetensi sumber daya manusia, sumber daya anggaran dan infrastruktur, tata kelola, serta empiris terkait dengan kondisi saat ini, tampak bahwa upaya untuk penanggulangan bencana belum menyentuh pada akar persoalan. Upaya untuk membangun budaya yang lebih adaptif terhadap bencana masih dirasakan kurang dan perhatian masih lebih berpusat pada tata kelola setelah terjadi bencana, termasuk dalam hal alokasi untuk melakukan inventarisasi terhadap pengurangan emisi gas karbon juga bukan hal yang mudah. Kondisi yang terjadi di Bali sedikit banyak mencerminkan hal yang sama di banyak provinsi di Indonesia. Misalnya, semangat untuk melakukan inventarisasi gas rumah kaca berjalan cukup baik hanya di tahun-tahun seiring dengan berjalannya waktu, kelompok kerja yang dibentuk semakin jarang melakukan koordinasi. Tampak juga belum terbangun perhatian yang sama common interest dan sinergisitas antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pula upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah dihadapkan pada kendala besaran tipping fee atau biaya pengelolaan sampah yang belum sesuai dengan harapan biaya pengelolaan sampah akan semakin murah jika telah terbangun kesadaran terkait dengan penanganan sampah mulai di tingkat rumah tangga hingga pembuangan sampah akhir. Budaya ini perlu dibangun oleh pemerintah dan terhadap konversi lahan, terutama lahan pertanian, semakin sulit. Pertumbuhan kota yang tidak terarah membuat ketersediaan ruang- ruang hijau berkurang secara drastis. Hal ini berdampak pada kian terbatasnya jasa lingkungan hidup environmental services yang bisa dinikmati bersama oleh dan Jepang dapat saling bekerja sama untuk mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang cerdas, baik dalam membangun sumber daya insani yang memiliki daya tahan tinggi terhadap bencana dan perubahan iklim maupun dalam menjaga daya dukung jasa lingkungan hidup. Memperkuat kerja sama dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan budaya akan sangat berguna bagi kedua tengah kondisi kelesuan sektor industri nasional, Indonesia perlu lebih banyak mengambil manfaat kemajuan Jepang bagi pengembangan ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah besar, tanpa harus banyak mengganggu lingkungan hidup. Kepiawaian Jepang dalam mengelola jasa lingkungan hidup bagi sektor pariwisata juga penting untuk juga dengan upaya hal pengembangan energi bersih dan kota-kota berkelanjutan. Tentu Indonesia juga perlu belajar dari kekurangan dan kelemahan kebijakan pembangunan di Jepang. Misalnya, terus bertambahnya penduduk usia tua akan meningkatkan rasio ketergantungan dan urbanisasi yang membuat kian berkurangnya ketersediaan jumlah tenaga kerja di banyak wilayah yang jauh dari pusat Tri Sambodo Peneliti Utama di Pusat Penelitian Ekonomi LIPI

sebelumnyamenurut saya, pola fikir seseorang itu dipengaruhi berbagai faktor seperti lingkungan, pendidikan, keturunan, dll. semakin kita bertumbuh maka semakin berkembang juga pola fikir kita. pendidikan meruapakan salah satu faktor yang amat penting untuk mempengaruhi pola fikir orang. karena melalui pendidikan, kita tidak hanya diajarkan
Pembangunan pola pikir dapat diasah melalui beberapa cara, seperti memprioritaskan berpikir positif, terima peluang yang sesuai keinginan, bersikap baik pada diri sendiri, dan atur waktu yang dihabiskan dengan baik. Dengan menerapkan beberapa komitmen dasar tersebut, mungkin akan mudah bagi anda untuk mengasah pola pikir. Setiap individu pasti membutuhkan pola pikir yang dapat membangun berbagai kegiatan, mengatasi permasalahan hidup, membantu mereka dalam menghadapi masalah atau kegagalan, serta membantu mereka dalam menyikapi setiap kejadian yang akan dihadapi di masa depan. Oleh karena itu, untuk menghadapi setiap permasalahan dan kondisi tersebut, maka setiap individu harus memiliki kemampuan berpikir yang logis. Karena, berpikir logis juga bukan hanya sekadar konsep, tetapi berpikir logis merupakan suatu model kehidupan yang nyata, di mana kamu dapat membangun keterampilan untuk memecahkan masalah di tempat kerja maupun di lingkungan yang Anda tempati saat ini. Dengan berpikir logis mereka dapat mengasah kemampuannya untuk menghadapi berbagai masalah yang akan dihadapi. Cara Mengasah Pola Pikir Pola pikir adalah sesuatu yang terbentuk dari beberapa banyak faktor, seperti kebiasaan keluarga, didikan sejak kecil, budaya dan cara hidup orang-orang di sekitar, masukan dari buku yang dibaca, konten yang jadi konsumsi setiap hari, pendidikan, pengalaman, bahkan masih banyak lagi. Berpikir dengan positif juga bisa menjadi kekuatan dalam hidup kamu untuk menuju kesuksesan dan kebahagiaan. Jadi, jika kamu sedang menjalani segala aspek kehidupan dengan pikiran yang positif, maka kamu bisa menghadapi semuanya dengan baik. Dan yang menjadi permasalahan saat ini adalah berpikir positif tidak selalu mudah untuk dilakukan banyak orang. Terkadang kamu malah jadi sering untuk membohongi diri kamu sendiri. Karena, kamu menganggap segala sesuatu yang kamu lakukan akan baik-baik saja. Padahal, sebenarnya kamu masih merasakan berbagai perasaan negatif di dalam pikiranmu. Berikut ini merupakan tips untuk membangun pola pikir, yaitu 1. Jadikan berpikir positif sebagai prioritas Cara kita untuk mengubah pola pikir menjadi positif adalah dengan menjadikannya berpikir positif sebagai prioritas di atas segalanya. Ketika kamu mulai memahami bahwa apa yang terjadi dalam hidup kamu adalah sebuah pemberian yang bermakna, maka perspektif kamu akan berubah menjadi lebih tertutup dari hal-hal negatif. Walaupun pemberian ada juga yang kurang bermakna, maka ada baiknya kamu melihat lebih dekat untuk mensyukurinya, sehingga kamu akan menemukan makna itu sendiri sekalipun itu menyakitkan. 2. Katakan ya’ untuk peluang yang sesuai dengan keinginan kamu Sebenarnya Sangat mudah untuk mengingat kembali kegagalan yang pernah kamu lalui. Tapi kamu juga bisa menggunakan pengalaman itu sebagai inspirasi dalam merencanakan sesuatu hal. Dan mulailah hilangkan pikiran negatif kamu dengan fokus untuk mencapai peluang yang kamu impikan. Selebihnya, kamu juga bisa memperbaiki diri untuk mulai membuat rencana baru. Buatlah rencana yang sesuai dengan keinginanmu, misalnya kamu ingin tantangan, kesuksesan, dan kebahagiaan. Maka, tuliskan hal tersebut pada sebuah kertas atau buku, agar kamu bisa selalu mengingatnya. Seperti yang kamu inginkan, yaitu dengan mengatakan ya’ pada peluang yang ada. Lalu, mulai belajar dari kegagalan masa lalu untuk hasil yang lebih baik dalam rencana kamu. 3. Ingatlah untuk bersikap baik pada diri sendiri Ketika kamu merasakan pikiran dengan perasaan negatif, seperti sedih, marah, atau frustasi, maka lakukanlah sesuatu yang bisa menenangkan dirimu sendiri. Mengubah pola pikir kamu dimulai dengan menjadi lebih ramah pada diri kamu sendiri, menerima apa yang kamu dapatkan, dan mensyukuri serta mengambil langkah-langkah untuk masa depan. Memikirkan masa depan yang lebih baik akan membawa kamu lebih banyak merasakan kesenangan dan kegembiraan dalam hidup kamu. 4. Atur waktu kamu dan dengan siapa kamu akan menghabiskannya Berhati-hatilah dengan siapa kamu akan menghabiskan waktu dan untuk siapa kamu memberikan waktu. Tetapi, ada baiknya jika kamu menemukan orang yang menginspirasi untuk hidup kamu dan dengan kehadiran mereka membuat diri kamu menjadi lebih baik. Tapi, jika terlalu banyak menghabiskan waktu dengan orang yang membuat kamu merasa kecil hati dan selalu kurang, maka akan sulit untuk mempertahankan pola pikir positif dalam diri. Bila kamu ingin memiliki pola pikir yang lebih positif, sebaiknya atur waktu dengan siapa kamu akan menghabiskannya. Sekian artikel kami tentang cara mengasah pola pikir. Pembangunan pola pikir dapat diasah melalui beberapa cara yang sudah kami jelaskan diatas. Semoga setelah membaca artikel ini, anda lebih terinspirasi untuk mengasah serta membangun pola pikir. Publikasi Ashefa Griya Pusaka MembangunPola Pikir Dapat Diasah Melalui Pola pikir berkembang (growth mindset) Pola pikir berkembang (growth mindset) adalah pola pikir seseorang yang memiliki keyakinan bahwa kemampuan dasar mereka dapat dikembangkan melalui kerja keras, berlatih, dan bakat hanyalah titik awal.
Oleh Andrea Lusi Anari* WALAU bukan perkara mudah, ternyata pola pikir dapat diubah. Termasuk bila pola pikir kita didominasi fixed mindset. Bagaimana cara mengubahnya menjadi growth mindset?Pernahkah kamu memiliki keinginan untuk memperoleh hasil yang “segera”, “saat ini juga”? Dan saat tidak memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan, kamu merasa gagal. Kondisi semacam ini oleh Dr Carol S Dweck, peneliti dan penulis buku Mindset Changing The Way You Think to Fulfil Your Potential disebut dengan “The Tyranny of Now”. Penerapan “The Tyranny of Now”, atau berfokus pada hasil akhir yang baik saat ini juga, membawa kita untuk lebih mengembangkan pola pikir fixed mindset. Baca juga Pola Pikir Mahasiswa Indonesia, Growth Mindset atau Fixed Mindset? Dari berbagai hasil penelitiannya, Dweck menemukan bahwa pada saat seseorang menerapkan atau hidup di lingkungan yang menerapkan “The Tyranny of Now” gagal memecahkan suatu persoalan, maka ke depannya ia akan cenderung berperilaku curang untuk mendapatkan hasil yang baik. Temuannya yang lain adalah orang tersebut akan berupaya menemukan orang lain yang hasil kerjanya lebih buruk daripada dirinya agar ia dapat merasa lebih baik. Persoalan-persoalan sulitpun cenderung tak berani mereka hadapi, untuk menghindari kegagalan. Nah, kebalikan dari “The Tyranny of Now” adalah “The Power of Yet”, yakni menyadari dan memaknai bahwa beberapa hal layak untuk ditunggu, dan untuk meraihnya diperlukan kerja keras. Inilah salah satu kunci pengembangan growth mindset. Baca juga Mungkinkah Sudah Waktunya Reset Mindset Kita? Seseorang dengan growth mindset memiliki sikap mental kegagalan memberikan kesempatan untuk belajar dan kegagalan tersebut memberikan kesempatan untuk memahami pengalaman kritikal yang akan mengarahkan pada keberhasilan di masa mendatang. Oleh sebab itu, seseorang dengan growth mindset memiliki daya lenting resilience dan ketekunan perseverance di dalam mencapai tujuan jangka panjangnya. Sebelum membahas bagaimana mengembangan growth mindset, yuk cari tahu pola pikirmu di sini. Lalu, bagaimana jika saat ini pola pikir kita didominasi fixed mindset? Menurut Dweck, fixed mindset dan growth mindset bukanlah suatu kondisi yang bersifat dikotomi, dan tidak dapat digeneralisasikan untuk semua situasi. Baca juga Kekuatan Pola Pikir, Fixed Mindset vs Growth MindsetKita memiliki percampuran dari kedua mindset ini. Yang perlu kita lakukan adalah menyadari di kondisi atau situasi seperti apakah pola pikir kita bersifat fixed mindset, dan kita dapat mengembangkannya agar pola pikir kita lebih didominasi oleh growth mindset. Dengan memiliki growth mindset kita dapat membuka potensi-potensi diri yang tersembunyi dan memberikan kesempatan diri untuk bertumbuh secara optimal sesuai dengan tujuan hidup kita. Menurut Caroline Castrillon - Career and Life Coach, sebagaimana ia tulis dalam artikel di situs Forbes, untuk mengembangkan growth mindset dapat dilakukan hal-hal berikut ini 1. Menerima Kegagalan Embrace Failure Belajar memaknai kegagalan dengan cara yang lebih positif dan memaknainya sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Kuncinya adalah bagaimana kita mengambil pembelajaran dari kegagalan tersebut serta melakukan perbaikan. 2. Meminta Umpan Balik Ask for Feedback Terbuka terhadap kritik dan belajar secara aktif meminta umpan balik dari orang lain. Orang dengan growth mindset sangat antusias dengan pengembangan diri dan menghargai umpan balik dari orang lain sebagai bahan pembelajaran bagi pertumbuhan mereka. 3. Mencari Tantangan Seek Out Challenge Tidak menghindari, tapi justru mencari tugas-tugas yang menantang dan yang dirasa sulit. Orang dengan growth mindset bersemangat menghadapi tantangan karena mereka menganggap tantangan membantu mereka tumbuh melalui kerja keras dan pembelajaran. 4. Melampaui Batas Diri Go Beyond Your Limits Belajar melakukan hal-hal baru di luar zona nyaman, mendobrak keterbatasan-keterbatasan yang kita yakini ada di diri kita. Seringkali kita tidak mampu karena merasa tidak mampu. Melakukan hal-hal baru di luar zona nyaman dapat membantu kita lebih mengenali dan menyadari potensi diri kita yang sesungguhnya. 5. Menjadi Pembelajar Seumur Hidup Become a Lifelong Learner Selalu memiliki rasa ingin tahu dan mencari kesempatan belajar. Orang dengan growth mindset tidak pernah merasa puas dengan pengetahuan dan keterampilan yang telah dimilikinya. Oleh karena itu mereka selalu terbuka untuk belajar apapun dari siapa saja dan tidak pernah merasa lebih superior dari orang lain. Menciptakan Lingkungan dengan Growth Mindset Dengan menciptakan lingkungan yang memiliki growth mindset kita dapat memberikan ruang bagi hak asasi setiap individu di lingkungan tersebut untuk mengungkap potensi diri, mematahkan keyakinan-keyakinan yang membatasi, serta menfasilitasi pertumbuhan setiap individu secara unik dan optimal sesuai jati dirinya. Baca juga Growth Mindset, Mengelola Tantangan Saat New Normal Salah satu langkah awal untuk dapat mengembangkan growth mindset adalah dengan berlatih memberikan pujian secara lebih bijaksana. Dweck menganjurkan untuk lebih memberikan pujian atas upaya seseorang yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh, strategi yang telah coba dilakukan, serta kemajuan dalam proses pembelajaran yang telah dicapai. Hal-hal tersebut jauh lebih baik daripada sekadar memuji bakat atau intelegensi. Pujian terhadap bakat atau intelegensi akan membuat seseorang menjadi rentan dalam menghadapi kegagalan karena mereka merasa keberhasilan bergantung pada karakteristik bawaan mereka, sehingga pada saat mereka mengalami kegagalan mereka akan merasa tidak memiliki kapabilitas. Selain berlatih memberikan pujian secara bijaksana, untuk menumbuhkan growth mindset, kita bisa belajar untuk memberikan penghargaan reward pada upaya, strategi dan kemajuan pembelajaran yang telah dicapai. Pada umumnya, keberhasilan lebih dihargai daripada kegagalan. Penghargaan biasanya diberikan pada mereka yang berhasil. Panggung sharing session pada umumnya diberikan kepada mereka yang berhasil mencapai atau melakukan sesuatu. Budaya untuk menghargai dan membagikan pengalaman kegagalan masih sangat jarang ditemui. Hasil akhir kerap menjadi fokus utama. Kegagalan masih dianggap sebagai sesuatu yang memalukan, bukan sebagai sumber pembelajaran. *Andrea Lusi Anari Co-founder & COO Growth Center Growth Center, HR Business Accelerator - membantu individu menemukan dan mengembangkan potensi diri, agar menjadi versi terbaik diri by Kompas Gramedia Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Computationalthinking menjadi salah satu kemampuan yang dibutuhkan saat ini, baik dalam kehidupan sosial sehari-hari atau di bidang industri.Computational thinking atau cara berpikir komputasional digunakan untuk memahami masalah kompleks dan mengembangkan solusi, masalah dan solusi tersebut dapat disajikan dengan cara yang dipahami oleh komputer, manusia maupun keduanya.
Mindset atau pola pikir adalah kata-kata yang pastinya sering kamu apakah kamu benar-benar paham tentang apa itu mindset? Banyak orang yang berkata bahwa mindset merupakan hal penting untuk menentukan kesuksesan. Sebenarnya, mindset seperti apa yang perlu dimiliki sebagai profesional di dunia kerja? Lalu, bagaimana cara memiliki mindset yang dibutuhkan itu? Tak usah bingung, karena Glints akan menjelaskannya untukmu di artikel ini secara lengkap. Yuk, langsung saja simak pembahasannya di sini! Apa Itu Mindset? © Menurut Verywell Mind, mindset adalah sekumpulan kepercayaan atau pemikiran yang membentuk bagaimana kamu melihat dunia dan diri sendiri. Mindset atau pola pikir inilah yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakanmu dalam kehidupan sehari-hari. Di dunia ini, tentunya ada berbagai macam pemikiran. Akan tetapi, pada umumnya pola pikir terbagi atas dua kelompok besar, yaitu fixed mindset dan growth mindset. Fixed mindset Pola pikir fixed mindset berarti tetap. Oleh karena itu, jika memiliki pola pikir ini, kamu percaya bahwa kemampuanmu adalah suatu hal yang tetap. Dengan begitu, pemilik fixed mindset cenderung berpikir bahwa perubahan adalah suatu yang sulit. Orang-orang dengan pola pikir seperti ini juga sering berpikir bahwa talenta dan kecerdasan adalah penentu kesuksesan tanpa mempertimbangkan faktor usaha. Growth mindset Pola pikir ini adalah kebalikan dari fixed mindset. Pemilik growth mindset selalu percaya bahwa talenta dan kemampuan bisa diasah sedikit demi sedikit dengan usaha dan keteguhan. Jadi, menurut pola pikir ini, kesuksesan bisa dicapai kalau berusaha. Kira-kira, mana yang kamu miliki? Baik pemilik growth mindset maupun fixed mindset tetap harus berusaha untuk mengembangkan diri, baik dari segi hard skill maupun soft skill. Untuk itu, Glints punya banyak kelas menarik yang dibawakan pakar di Glints ExpertClass. Kamu bisa memilih berbagai topik untuk meningkatkan nilai diri agar menjadi profesional yang keren. Yuk, cek kelas-kelasnya dengan klik tombol di bawah ini dan langsung beli tiketnya! CARI KELAS Mengapa Mindset Perlu Diasah untuk Karier? © Sources of Light menyebutkan bahwa mindset bisa memaksimalkan potensi diri. Selain itu, mindset juga memiliki peran sangat penting dalam proses kita menyelesaikan berbagai masalah dalam hidup. Carol S. Dweck, percaya bahwa pola pikir yang baik sangat penting diasah bagi semua orang. Pola pikir positif bisa membangun rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi. Tentunya, pola pikir yang tepat bisa membuatmu lebih kuat menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah. Dalam pekerjaan, pastinya kamu akan menghadapi berbagai konflik dan masalah. Untuk itu, perlu pola pikir yang kuat agar bisa jadi gigih dalam menempuh segalanya. Dengan begitu, kamu bisa membuktikan kualitasmu sebagai seorang individu. Mengutip Positive Psychology, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kegigihan merupakan modal penting untuk kesuksesan. Sukses tak hanya dalam karier, tetapi juga dalam hidup secara keseluruhan. Faktor yang Memengaruhi Mindest © Mindset tidak terbentuk begitu saja. Ada beragam faktor internal maupun eksternal yang dapat memengaruhinya. Berikut adalah beberapa faktor tersebut menurut Fearless Business Boss. 1. Kepribadian Salah satu pengaruh dari dalam diri terhadap mindset seseorang adalah kepribadiannya. Ada beberapa kepribadian yang punya kecenderungan untuk membuat seseorang memiliki mindset negatif dan begitu juga sebaliknya. Meski begitu, kamu bisa mengatasinya dengan melatih dirimu untuk melihat suatu hal dari sisi positif terlebih dahulu. Sehingga, hal tersebut dapat membantumu untuk memiliki persepsi dan mindset positif. 2. Lingkungan sekitar Faktor lain yang dapat memengaruhi mindset adalah lingkungan sekitar. Pengaruh ini datang dari rekan kerja, sahabat, dan bahkan manajermu. Tentu, kamu akan memiliki mindset negatif jika lingkungan sekitarmu diisi oleh teman atau rekan kerja yang terus berpikiran negatif juga. Mindset-mu juga akan turut menjadi negatif dan lebih rentan merasa stres serta frustrasi saat bekerja ketika ruangan atau meja kerjamu berantakan. Sebaliknya, kamu akan memiliki mindset positif dan tidak mudah terkena stres ketika orang di sekitarmu turut berpikiran positif serta ruangan kerjamu selalu bersih. 3. Keluarga Faktor lain yang dapat memengaruhi mindset-mu, baik itu positif atau negatif, adalah keluarga. Setiap orang tentu akan mengalami masa kecil dalam hidupnya. Di sinilah, peran penting keluarga dalam membentuk mindset seseorang. Ketika seseorang memiliki masa kecil yang sulit karena keluarganya, ada kemungkinan terbentuk mindset negatif ketika dewasa. Jika hal ini terjadi, salah satu hal yang dapat membantumu mengubah mindset negatif menjadi positif adalah dengan memaafkan. Meskipun sulit, hal ini akan membantumu untuk menatap ke depan dan melepas diri dari hal-hal yang menghantuimu di masa lalu. 4. Pendidikan Pendidikan juga dapat menjadi salah satu faktor yang membentuk mindset seseorang. Seseorang yang mengenyam pendidikan dengan sungguh-sungguh akan membuat dirinya memiliki mindset positif. Hal ini karena ia yakin bahwa kerja keras yang dilakukannya dapat membuatnya terus berkembang. Di sisi lain, seseorang akan mengadopsi mindset negatif ketika ia tidak menjalani pendidikannya dengan serius. Sehingga, hal tersebut membuatnya sulit untuk berkembang sebagai seorang manusia. 5. Bagaimana kamu memandang diri sendiri Faktor lain yang dapat memengaruhi terbentuknya mindset adalah bagaimana kamu memandang dirimu sendiri. Ketika kamu melihat dirimu secara positif terlepas rintangan yang dihadapi, hal ini akan membuatmu mengadopsi mindset yang baik dan membantumu untuk berkembang. Sebaliknya, kamu akan kesulitan untuk berkembang ketika melihat dirimu sendiri secara negatif. Hal ini pun akan membuatmu turut mengadopsi mindset negatif. Contoh Mindset Positif yang Bermanfaat Dimiliki © Melansir Inc, berikut adalah beberapa mindset yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Kesalahan itu wajar Orang-orang yang sukses cenderung dapat melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan mengulang lagi. Hanya saja, kesempatan selanjutnya harus dilakukan dengan lebih cerdas. Individu dengan growth mindset akan dapat menikmati belajar dari kesalahan dan menikmati tantangan sambil mengambil sisi positif dari hal negatif ini. Tentunya, pada akhirnya kamu harus menghindari melakukan kesalahan, apalagi jika berulang-ulang. 2. Berani mengambil risiko Menurut Entrepreneur, salah satu mindset yang dimiliki orang sukses adalah “no risk, no reward“. Tanpa berani mengambil risiko, kamu akan sulit mendapatkan pencapaian yang memuaskan. Dalam karier, penting untuk berani beranjak dari zona nyaman untuk terus berkembang. 3. Kerja untuk belajar Memang, kita bekerja pada dasarnya untuk mencari uang. Hanya saja, jika setiap hari kita hanya berangkat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan atasan lalu pulang tanpa belajar, ini bukanlah hal yang baik. Selama berkarier, kamu harus berkembang baik secara pribadi maupun dari segi skill. Oleh karena itu, mindset yang tak kalah penting untuk dimiliki lainnya adalah bekerja untuk belajar. Terus asah kemampuanmu dari berbagai sumber, mulai belajar secara mandiri lewat membaca buku atau ikut kelas online hingga langsung berguru dari senior-seniormu. Pastikan kamu tidak terjebak di level yang sama meski sudah bertahun-tahun bekerja. 4. Selalu ingin tahu Selalu ingin tahu banyak hal dalam konteks positif merupakan mindset yang juga penting dimliki. Pola pikir ini berhubungan dengan kemauanmu belajar dan terus berkembang. Mempertanyakan banyak hal dan berusaha untuk memahaminya adalah salah atu ciri-ciri dari growth mindset. Pasalnya, kamu berarti memiliki keinginan untuk terus memperkaya dirimu dengan pengetahuan baru. 5. Selalu bersyukur Pola pikir positif ini akan membuatmu lebih bahagia dan optimis. Meskipun ada banyak tantangan dalam perjalanan kariermu, kamu akan dapat melaluinya dengan baik dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik pada akhirnya. Kamu bisa melatih pola pikir ini dengan menulis hal apa yang kamu syukuri setiap harinya. Paling tidak, tuliskanlah satu hal. Dengan terus konsisten melakukan ini, otakmu akan terlatih untuk lebih menghargai apa yang kamu punya dibanding terus berharap lebih. Nah, itu tadi adalah rangkuman dari Glints soal mindset yang begitu penting untuk perkembangan diri dan kesuksesanmu dalam dunia kerja. Menurutmu, apakah mindset-mu saat ini sudah baik? Kalau belum, tak perlu berkecil hati. Pasalnya, tidak ada kata terlambat untuk mengasah pola pikir yang bisa membawamu sukses dalam karier. Yang penting, kamu terus belajar. Jadi, mulailah sedini mungkin, ya! What Is a Mindset and Why It Matters What is Mindset? 7 Ways the Most Successful People Think Differently From Everyone Else Perseverance in Psychology 4 Activities to Improve Perseverance 8 Mindsets That Will Set You on the Path to Success 7 Factors That Influence Your Mindset
Denganmengosongkan pikiran atau yang disebut sebagai brain dump adalah cara dimana Anda harus meminta anak untuk mengungkapkan segala sesuatu di kepalanya melalui tinjauan atau diskusi terbuka, untuk menunjukan kepada Anda seberapa banyak yang telah ia capai dan pelajari. 5.Tunjukan bahwa berusaha itu hal yang normal
BLOG - 10 May 2021 Membangun kepercayaan diri pada anak memang tidaklah mudah, namun hal ini bisa dilakukan orang tua dan guru ketika masih dalam masa-masa sekolah. Apakah anak Anda termasuk yang percaya diri di sekolah? Anak yang bahagia dan produktif saat belajar adalah anak yang percaya diri. Dan untuk membangun kepercayaan diri anak dapat dimulai kapan pun, dimana pembelajaran yang bermakna selalu didorong dan didukung. Pada umumnya, anak yang percaya diri di ruang kelas sering ditandai sebagai anak yang cerdas. Namun, sebenarnya kepercayaan diri anak sebagian besar didasarkan pada pengalaman, dan secara bertahap diperkuat oleh keberhasilan di bidang sosial, emosional, intelektual, dan banyak lagi. Anak yang proaktif dalam pengalaman masa sekolahnya, semakin mudah dan semakin alami membangun kepercayaan diri. Jadi penting bagi orang tua untuk membangun suasana yang aman, dan berikan umpan balik yang dapat anak kembangkan. Lalu bagaimana cara agar anak mampu percaya diri ketika belajar di sekolah? Nah, berikut ini beberapa poin penting untuk membangun si kecil percaya diri selama masa sekolah yang bisa Anda terapkan ketika di rumah. tujuan bersama Poin pertama yang bisa dilakukan orang tua untuk membangun kepercayaan diri anak adalah dengan memastikan semua. Anda dan anak memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan pembelajaran. Sering kali orang tua lupa memberitahu anak tentang harapan, pedoman, dan tujuan pembelajaran yang diinginkan. Faktanya, bahkan orang tua sering kali memperlakukan tujuan belajar sebagai milik orang tua, bukan milik anak, seolah-olah menjadi misteri besar bagi anak yang tidak dapat memahaminya. Hal ini membuat anak bingung, bergantung pada hasil, dan pada akhirnya tidak mempercayai Anda. Oleh karena itu saat waktu senggang, penting bagi anda dan anak untuk membicarakan hal ini dengan tenang dan santai, cari tahu tujuan belajar yang anak inginkan, kemudian tujuan belajar yang anda harapkan, agar menjadi pedoman anak saat belajar. anak agar memberikan penilaian pada diri sendiri dan temannya Tidak diragukan lagi, membiarkan anak melakukan penilaian kepada diri sendiri dan teman kelasnya dapat meningkatkan kemampuan belajar, dengan mendorong rasa memiliki dan membantu satu sama lain. Selain itu juga merupakan langkah besar untuk membangun kepercayaan diri siswa. Sebaik mungki anak harus menjadi bagian dari pengambangan, penerapan, dan penilaian. Ini adalah cara yang terbukti untuk meningkatkan pemahaman anak, rasa memiliki, antusiasme untuk belajar dan tentu saja kepercayaan diri. apresiasi yang berguna pada anak Sebisa mungkin sepanjang waktu Anda harus memberikan respon yang konsisten dan sesuai bagi anak. Hal ini dapat dua manfaat yang signifikan dalam hidup anak. Pertama, memberikan kesempatan pada anak untuk belajar dari kesalahan dan, sekali lagi, mengalami rasa kepemilikan dalam belajar. Kedua, berhasil membangun kepercayaan diri anak. Selain itu, dengan memberikan respon dapat membangun anak merasakan pencapaian dari seberapa keras anak berjuang. Respon harus membuat anak merasa nyaman tentang dimana dirinya berada, dan membuat anak bersemangat tentang ke mana anak bisa melanjutkan. pikiran anak Poin ini juga sangat penting dilakukan para orang tua, pasal nya seringkali waktu belajar membebani anak, karena anak cenderung kehilangan kepercayaan diri sendiri setelah merasa lebih berjuang daripada yang sebenarnya. Biasanya ini adalah kasus dimana anak merasa mengetahui lebih dari yang ia kira. Anda pasti pernah mendengar kalau curhat sering kali membantu melegakan pikiran yang membebani seseorang. Hal ini juga berlaku dalam membangun kepercayaan diri anak. Dengan mengosongkan pikiran atau yang disebut sebagai brain dump adalah cara dimana Anda harus meminta anak untuk mengungkapkan segala sesuatu di kepalanya melalui tinjauan atau diskusi terbuka, untuk menunjukan kepada Anda seberapa banyak yang telah ia capai dan pelajari. bahwa berusaha itu hal yang normal Apa yang terjadi ketika anak dilihat sebagai murid yang berjuang lebih di kelas? Pemahaman yang sering kali muncul adalah anak mendapatkannya sementara murid lain tidak dan mungkin tidak akan pernah. Tentunya, sikap ini dapat merusak perjalanan belajar anak di lingkungan sekolahnya. Sering kali anak yang berjuang keras adalah dilihat sebagai anak-anak yang lebih pintar, sehingga harus bekerja keras sepanjang waktu. Awalnya, murid lain mungkin tidak melihat seberapa banyak usaha yang dilakukan anak Anda, karena telah dipengaruhi oleh kegagalannya sendiri. Padahal sekolah bukan kompetisi dimana murid yang harus lebih pintar dari yang lain. Anda seperti itu dapat menumbuhkan pemahaman yang salah pada anak karena ia bisa merasa terkucil oleh anak sekitarnya sehingga berhenti belajar agar lebih diterima. Jika itu terjadi, Anda dapat mengingatkan anak bahwa perjuangan bukanlah hal sia-sia, karena itu menjadi satu langkah lagi dalam perjalanannya mendapatkan konsep belajar. kesuksesan anak tanpa melihat hasilnya Keberhasilan dalam apapun belajar, tak peduli seberapa besar atau kecil, pantas untuk diakui dan dirayakan. Ini mungkin lebih berarti bagi beberapa anak daripada yang lain, tetapi ini masih merupakan cara yang baik untuk membangun kepercayaan diri anak. Sehingga sebagai orang tua, Anda perlu mendukung anak untuk tetap belajar dan berjuang serta saling mendukung untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Baca Juga Menumbuhkan Minat Belajar Pada Anak dengan Metode Fun Learning 1 Demikian beberapa poin penting yang bisa orang tua lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak ketika belajar di sekolah. Sikap percaya diri juga bisa tumbuh tatkala anak masuk dalam lingkungan sekolah terbaik dan mendapatkan pembelajaran yang baik. Oleh karena itu, bagaimanapun keterampilan percaya diri anak adalah kemampuan yang bisa diasah dengan cara pola pikir yang berkembang.
\n pembangunan pola pikir dapat diasah melalui
Penulisbuku 'Tudung Venus' ini memperkenalkan Beswan Djarum kepada konsep design thinking, yakni upaya membangun pola pikir dengan berorientasi memecahkan masalah yang kompleks secara kreatif, efektif dan efisien. Roro mengatakan, design thinking dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu isu di beragam bidang.
Skizofrenia Paranoid adalah gangguan mental yang memengaruhi cara berpikir, perasaan, dan perilaku seseorang. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah perilaku yang serius. Salah satu jenis skizofrenia disebut skizofrenia paranoid. Orang dengan skizofrenia paranoid mungkin memiliki delusi atau halusinasi. Delusi adalah keyakinan palsu yang tidak didasarkan pada kenyataan. Sedangkan, halusinasi adalah pengalaman indrawi yang tampak nyata, tetapi sebenarnya tidak nyata. Jika anda ingin mengetahui lebih banyak terkait penjelasan skizofrenia paranoid ini, silakan baca artikel ini hingga selesai. Apa Itu Skizofrenia Paranoid? Skizofrenia tipe 2 atau skizofrenia paranoid adalah gangguan mental yang paling sering diderita. Gejalanya antara lain adalah munculnya halusinasi, delusi, dan kekacauan mental. Seseorang yang menderita skizofrenia paranoid akan merasa dirinya diintai, diganggu oleh alien, atau diabaikan oleh keluarga dan teman. Mereka juga cenderung untuk menarik diri dari pergaulan dan menjadi sangat paranoid. Skizofrenia paranoid adalah tipe skizofrenia yang paling umum dan mempengaruhi sekitar dua pertiga orang yang mengidap skizofrenia. Gejala skizofrenia paranoid bisa berupa perasaan bahwa orang lain berusaha membahayakan hidup Anda, mendengar gendang denting, atau mimpi buruk. Jika Anda memiliki gejala skizofrenia paranoid, sebaiknya Anda segera mengobatinya. Penyebab Skizofrenia Paranoid Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada perkembangan skizofrenia paranoid. Beberapa orang mungkin lebih berisiko daripada yang lain, tetapi tidak ada yang tahu pasti apa penyebabnya. Para ilmuwan percaya bahwa itu mungkin kombinasi genetika dan faktor lingkungan, seperti stres atau peristiwa traumatis. Penyebab skizofrenia paranoid masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi penelitian sedang berlangsung. Beberapa ahli percaya bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi di otak, sementara yang lain berpikir bahwa hal ini mungkin akibat dari masalah dengan cara otak berkembang. Diagnosis dan Tes untuk Skizofrenia Paranoid Mari kita lihat sekilas lebih dekat pada diagnosis dan tes yang akan dilakukan oleh psikiater Anda. Ini adalah informasi yang akan membantu mereka menentukan apakah Anda menderita skizofrenia atau tidak. Psikiater Anda akan melakukan wawancara mendalam dengan Anda, dan mungkin juga orang-orang terdekat Anda, untuk mendapatkan gambaran seperti apa gejala yang Anda alami. Mereka akan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini Sejak kapan gejala ini muncul? Bagaimana perkembangan gejala ini? Gejala apa saja yang sedang dialami? Bagaimana gejala ini berpengaruh pada kehidupan sehari-hari? Pengobatan untuk Skizofrenia Paranoid Pengobatan untuk skizofrenia Paranoid dapat berupa psikoterapi, obat-obatan, atau kombinasi keduanya. Kebanyakan orang dengan skizofrenia Paranoid memerlukan terapi seumur hidup untuk mengendalikan gejala. Psikoterapi dapat membantu untuk mengidentifikasi pikiran dan perasaan yang menyebabkan gejala Anda. Anda juga akan belajar bagaimana cara mengatasi stres dan perasaan negatif. Obat-obatan yang biasanya digunakan adalah antipsikotik, yang dapat mengurangi persepsi palsu dan halusinasi. Antidepresan juga sering diresepkan untuk mengatasi gangguan afektif serta gejala seperti ketidaknyamanan, kecemasan, dan tidur yang buruk. Penutup Demikian penjelasan terkait skizofrenia paranoid yang dapat kami sajikan untuk anda. Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan parah yang memengaruhi cara berpikir, perasaan, dan perilaku seseorang. Skizofrenia juga dapat menyebabkan seseorang mengalami halusinasi atau delusi. Hal ini diduga disebabkan oleh kombinasi genetika dan lingkungan. Skizofrenia biasanya dimulai pada akhir masa remaja atau awal usia 20-an. Tidak ada obat untuk skizofrenia, tetapi dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Publikasi Ashefa Griya Pusaka
Orangorang dengan pola pikir growth mindset meyakini bahwa kecerdasan, bakat dan kualitas diri lainnya adalah hal yang harus terus dikembangkan dan diasah. Oleh karena itu, rasa ingin selalu belajar dan meningkatkan diri adalah ciri-ciri orang yang memiliki pola pikir growth mindset. Pola pikir growth mindset dan lingkungan kerja.

Growth mindset adalah sebuah cara untuk mengembangkan potensi dan kecerdasan yang kamu miliki. Selain itu, growth mindset juga dapat membantu mengembangkan potensi kariermu. Arti growth mindset adalah pola pikir bahwa kemampuan dan kecerdasan yang kamu miliki akan terus berkembang. Bakat yang kamu miliki adalah sebuah bibit dari kesuksesan, jika terus diasah. Dikutip dari buku Mindset The New Psychology of Success, growth mindset merupakan salah satu kunci untuk meraih kesuksesan. Misal, dalam dunia kerja, seseorang yang ingin terus belajar, bahkan di luar job desk-nya, ia akan berkesempatan untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih baik. Orang-orang dengan pemikiran growth mindset akan menghargai proses dalam pengembangan diri mereka, tidak menganggap sebuah kegagalan sebagai hambatan, namun sebagai sebuah batu loncatan untuk menjadi lebih baik. Mereka juga percaya bahwa kritik atau feedback yang diberikan orang lain bukanlah suatu hal negatif, namun sebagai masukan yang positif untuk bisa terus belajar dan berkembang. Baca juga Organisasi Mahasiswa Itu Penting, Enggak, Sih? Manfaat Penerapan Growth Mindset Photo by Karolina Grabowska Menerapkan prinsip growth mindset memberikan motivasi dan semangat pada diri sendiri untuk terus maju. Berikut manfaat penerapan growth mindset! 1. Menumbuhkan rasa percaya diri Growth mindset yang kamu terapkan akan memotivasi untuk terus belajar dan mencoba hal baru. Kamu pun menjadi percaya diri, dan bakat akan dapat terus berkembang. 2. Lebih produktif Salah satu cara seseorang yang memegang prinsip growth mindset untuk mengembangkan diri adalah dengan mencari tahu dan mengeksplor banyak hal baru. Biasanya melalui beberapa kegiatan sehingga membuatnya lebih produktif dalam hal yang positif. 3. Meningkatkan kemampuan dan kecerdasan Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan akan terus berkembang. Begitu juga diri kamu yang harus terus mengembangkan potensi yang diri. 4. Tidak takut untuk gagal Selalu berani mencoba hal dan tantangan yang baru, sehingga kamu tidak akan takut adanya kegagalan di depan nanti. 5. Melihat masalah bukan sebagai hambatan Memandang sebuah masalah yang terjadi bukan sebagai hambatan untuk terus berkembang, namun sebagai batu loncatan untuk menjadi lebih baik lagi. 6. Belajar skill dan pengetahuan baru Saat kamu mulai mengembangkan bakat dan kecerdasan diri sendiri, tanpa disadari akan mendapat dan mempelajari banyak hal baru seperti skill dan pengetahuan. 7. Memandang feedback sebagai motivasi Kritikan yang kamu dapat akan dianggap sebagai motivasi untuk belajar dari pandangan orang lain, sehingga menjadi lebih baik lagi. Baca juga Fresh Graduate Wajib Punya 7 Skills Ini, Biar CV Dilirik HRD Cara Membangun Growth Mindset dalam Diri Photo by Andrea Piacquadio 1. Mengakui ketidaksempurnaan adalah hal lazim yang semua orang alami Ketidaksempurnaan adalah sifat alami semua orang. Jangan sampai kamu berpikir bahwa ketidaksempurnaan yang ada hanyalah hambatan untuk terus tumbuh dan mengembangkan diri. 2. Hadapi tantangan dengan bijak Setiap keputusan yang kamu ambil dalam hidup, pasti akan ada tantangan. Ketika itu hadir, sikapilah dengan bijak dan positif. Ambil jalan keluar yang terbaik dengan cara berpikir bahwa tantangan bukanlah hambatan atau titik akhir sebuah perjalanan. 3. Selalu menghargai sebuah proses Proses adalah perjalanan menuju goals yang kamu inginkan. Jatuh-bangun dan gagal semua bisa terjadi dalam proses. Namun, karena itu kamu menjadi belajar lebih banyak hal dalam proses yang kamu jalani. 4. Keluar dari zona nyaman Duduk manis dalam sebuah kenyamanan memang sangat menenangkan. Namun, kamu tidak akan belajar banyak hal baru, jika terus membiarkan diri hidup di dalam zona nyaman tersebut. Keluarlah, cari dan temukan banyak hal baru di luar sana, sehingga kamu dapat mempelajari lebih banyak pengetahuan. 5. Stop cari validasi dari luar Percayalah diri sendiri, bahwa kamu akan selalu menjadi lebih baik and always will be. Berhenti cari validasi dari orang lain bahwa kamu bisa, karena motivasi itu tumbuh dari dalam diri sendiri. 6. Tidak takut mendengar kritikan Usahakan jangan mudah baper atau takut untuk mendengar sebuah kritikan pada diri sendiri. Jadikan kritikan sebagai masukan dan saran agar kamu menjadi lebih baik lagi kedepannya. 7. Ubah kata “tidak bisa” menjadi “belum” Berhenti merendahkan kemampuan diri sendiri. Ganti kata “tidak bisa” menjadi “belum” untuk hal-hal yang ada di luar jangkauan pengetahuan dan pengalaman kamu. Bukalah diri untuk terus mencoba hal baru dan mempraktikannya. Baca juga Tujuan Magang untuk Mahasiswa Itu Apa, Sih? Penerapan dalam Rutinitas Photo by Karolina Grabowska 1. Tak pernah telat untuk mulai belajar Remember it It’s never too late! Kapanpun ingin memulai mempelajari hal baru, adalah sebuah start yang baik. Anggap sebagai titik awal dirimu untuk menjadi lebih baik dan berkembang dari sebelumnya. 2. Kegagalan adalah manusiawi Nobody’s perfect, right? Semua manusia pernah gagal. Tidak ada seorang pengusaha bahkan miliarder yang tidak pernah merasakan jatuh dan gagal. Namun, yang membedakan adalah ketika gagal apakah kamu memilih menyerah atau mulai lagi untuk terus mencoba? 3. Practice makes perfect Ilmu atau skill baru tidak akan benar-benar kamu pahami tanpa mempraktikannya. Biasakanlah diri kamu untuk terus berlatih hingga akhirnya kamu benar-benar memahami dan mahir mengenai hal baru tersebut. 4. Percaya kamu bisa dan kamu mampu Orang lain bisa, kenapa kamu tidak coba juga? Percaya pada diri sendiri bahwa kamu mampu dan bisa melakukan banyak hal, meskipun masih asing di telinga. 5. Tantangan sebagai media pembelajaran Jadikan tantangan sebagai pelajaran serta cara menguji diri agar dapat menyelesaikan tantangan tersebut dan mengambil pengalaman baru dari apa yang telah kamu selesaikan. Bicara soal pengembangan diri tak lepas dari proses belajar. Nah, jika kamu sudah mengetahui seberapa pentingnya pengemebangan diri, kamu harus mulai gemar belajar. Kamu bisa mengikuti kursus yang saat ini banyak tersedia. Begitu pula dengan keringanan pembiayaan untuk mengikuti kursus itu sendiri. Salah satunya adalah Edufund, yang menyediakan bantuan cicilan dana untuk kamu yang ingin mengikuti kursus. Growth mindset akan terus mendukungmu untuk tumbuh menjadi manusia lebih baik dan berbakat. Kamu akan mampu mempelajari banyak hal di luar pemahaman dan jangkauanmu, sehingga menjadi lebih maju dari dirimu sebelumnya. Hidup adalah perjalanan juga pembelajaran untuk kamu. Jadi, teruslah berkembang untuk menjadi manusia yang lebih baik! Post Views 559

PembangunanPola Pikir Dapat Diasah Melalui. 30 Desember 2021 SeGar. Membangun Pola Pikir Dapat Diasah Melalui. 23 Desember 2021 SeGar. Populer. Cakar Mafia Siong Minyak di Medan Marelan Tajam, Kasatres "Akan Kita Tindak Lanjut"
JAKARTA - Penulis Roro Ajeng Sekar Arum menilai generasi muda dituntut mampu menjawab permasalahan yang kelak terjadi di tengah itu, sejak dini pemuda-pemudi Indonesia perlu dilatih berpikir kritis dan kreatif agar secara cepat dapat melahirkan solusi ketika dihadapkan pada sebuah masalah. Melatih pola pikir kritis dan kreatif ini dapat dilakukan melalui pendekatan design mengatakan hal tersebut mengatakan saat menjadi pemateri Design Thinking for Writers dalam pelatihan Leadership Development Djarum Beasiswa Plus yang digelar secara virtual ini berlangsung sepanjang Maret 2021 yang diikuti tak kurang dari 522 Beswan Djarum Angkatan 2020/2021 dari 93 perguruan tinggi di Indonesia. Penulis buku Tudung Venus’ ini memperkenalkan Beswan Djarum kepada konsep design thinking, yakni upaya membangun pola pikir dengan berorientasi memecahkan masalah yang kompleks secara kreatif, efektif dan efisien. Roro mengatakan, design thinking dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu isu di beragam bidang. Sebab dengan kemajuan teknologi saat ini, tantangan di era digital juga semakin beragam."Dengan design thinking, anak muda akan jadi pribadi yang peka terhadap berbagai kondisi serta permasalahan yang ada di sekitarnya, membantu proses bertanya, mencari jawaban dari keresahan yang dihadapinya, hingga nantinya mereka siap melangkah, menghadapi, dan melakukan sejumlah inovasi karena telah memiliki pondasi berpikir kritis dan kreatif yang kuat," ungkap Roro dalam keterangan yang diterima Bisnis, Jumat 12/3/2021.Roro menjelaskan, design thinking juga dapat digunakan untuk para penulis sebagai panduan atau metode berpikir kritis dan kreatif bagi penulis dalam membedah dan menyelesaikan suatu permasalahan. Sehingga generasi muda mampu menghasilkan ide hingga argumentasi yang paling efektif dan sesuai dengan tujuan. Menurutnya, di era ini keterlibatan teknologi dan kemampuan penulis maupun calon pemimpin dalam menggali permasalahan akan menjadi lebih kompleks, karena mereka bisa dengan mudah mendapatkan beragam sumber informasi pendukung“Kenapa hasil design thinking bisa dituangkan dalam tulisan? Karena menulis menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mengkomunikasikan ide, argumentasi, hingga visinya. Jadi tidak hanya pandai dalam pikiran, tapi juga tepat dalam berkomunikasi,” design thinking bisa dilatih dengan cara selalu berpikir kritis terhadap masalah yang terjadi di sekitar. Berpikir kritis, kata Roro, diawali dengan melihat segala sesuatunya dengan berbagai sudut pandang dan melakukan re-check terhadap data dan fakta yang ada. “Design thinking juga membantu anak muda untuk jadi lebih bijak membuat konten-konten di dunia digital, tidak mudah terpengaruh hoaks, dan memiliki pendirian terhadap sebuah permasalahan. Yang terpenting, tidak menjadi generasi yang lebih cepat berkomentar daripada berpikir karena tahu beragam resikonya,” urai Roro."Dengan terbiasa menggunakan design thinking, kita dapat fokus pada visi hidup. Tahu cara-cara yang tepat untuk merealisasikan mimpi dan mewujudkan gambaran kesuksesan yang ingin didapatkan. Selesai dengan dirinya sendiri. Paling tidak, kita siap menjadi pemimpin bagi diri sendiri sebelum nantinya memimpin orang lain dan menyelesaikan tantangan-tantangan lain yang menanti," tutur RoroSementara itu, Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Leonardus Saptopranolo menegaskan bahwa Leadership Development Djarum Beasiswa Plus kembali diselenggarakan dengan tujuan membentuk generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia yang memiliki kecakapan emosional, intelegensia serta jiwa visoner sehingga kelak mampu melakukan perubahan bagi masyarakat ke arah yang lebih baik. Selama pelatihan, karakter para Beswan Djarum diasah agar melahirkan dan mewujudkan visi-visi yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara di masa Sapto, materi design thinking for writers menjadi salah satu bahasan yang menarik untuk diangkat, karena berpikir kritis dan kreatif merupakan salah satu future skills yang dibutuhkan dalam menghadapi era yang akan datang. Untuk itu, generasi muda saat ini perlu dipacu untuk berpikir lebih kritis dan kreatif agar kelak dapat menghadirkan solusi yang dibutuhkan bagi masyarakat."Caranya dengan mendorong mereka agar lebih aktif menuangkan gagasannya, baik melalui tulisan atau media lainnya. Dengan begitu, sisi kreativitas dan kritis akan terlatih. Materi ini juga penting agar generasi muda khususnya Beswan Djarum lebih hati-hati dalam menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi hoaks," Sapto Leadership Development merupakan satu dari beberapa pelatihan soft skills yang diberikan kepada Beswan Djarum. Pelatihan ini meliputi Nation Building, Character Building, Competition Challenges, serta International Exposure. Tidak hanya berhenti sampai di sini, melalui program Community Empowerement, Beswan Djarum juga diberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai soft skills yang telah diperoleh dengan melibatkan diri secara langsung dalam memberikan jalan keluar pada suatu permasalahan sosial di lingkungan tempat mereka berada. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Andhika Anggoro Wening Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
.
  • f8056jamf2.pages.dev/57
  • f8056jamf2.pages.dev/470
  • f8056jamf2.pages.dev/67
  • f8056jamf2.pages.dev/493
  • f8056jamf2.pages.dev/176
  • f8056jamf2.pages.dev/426
  • f8056jamf2.pages.dev/224
  • f8056jamf2.pages.dev/404
  • pembangunan pola pikir dapat diasah melalui