› Opini›Pola Pikir Baru Pembangunan... OlehMaxensius Tri Sambodo 4 menit baca Dalam laporan yang berjudul ”Project 2045 The Path to Peaceful and Prosperous Indonesia in 2045”, tampak suatu keinginan yang kuat dari Pemerintah Indonesia, Jepang, dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa- Bangsa UNDP untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara pendapatan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu negara. Namun sayang, kerap kali tingkat pendapatan dinilai sebagai tujuan akhir. Eksploitasi sumber daya alam dan pengabaian pengembangan kapabilitas sumber daya manusia dilakukan demi mengejar laju pertumbuhan yang tinggi. Akibatnya, kerusakan kondisi lingkungan, sosial, dan budaya menjadi hal yang kerap kali terjadi. Paradigma pembangunan mengatakan bahwa tingkat pendapatan merupakan alat untuk mencapai tujuan berbangsa, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Dengan demikian, Indonesia perlu lebih substantif melihat peranan sumber daya alam, lingkungan, dan modal sosial dalam pembangunan ekonomi. Pengabaian terhadap pilar-pilar itu akan mengancam daya ketahanan resilient, keberlanjutan sustainability, dan kesejahteraan lingkunganMenyikapi Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024, hingga Visi Indonesia 2045, maka perlu dimulai dari perubahan paradigma pembangunan mindset bahwa ancaman bencana ataupun kerusakan alam, baik yang disebabkan oleh faktor alam dan/ atau faktor nonalam maupun faktor manusia, akan menjadi faktor penghambat utama bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan sustainable development goals.Pembangunan perlu semakin mengarusutamakan perlindungan terhadap lingkungan hidup dan mengantisipasi kejadian bencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang No 24/2007 tentang Penanggulangan pula komitmen Indonesia dalam konteks pengurangan emisi gas rumah kaca, sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Presiden No 61/2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Implementasi regulasi ini dapat mengurangi risiko bencana yang terkait dengan perubahan pembangunan yang akan berdampak pada risiko bencana, kerusakan lingkungan, perubahan iklim, keselamatan manusia dan kelestarian ekosistem perlu lebih banyak didiskusikan secara lebih matang, melibatkan banyak sektor, dan demikian, keterpaduan perencanaan pembangunan mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan tingkatan di bawahnya perlu terus didorong. Meski demikian, perlu diakui bahwa implementasi kebijakan kerap kali menghadapi banyak permasalahan, seperti kapabilitas dan kompetensi sumber daya manusia, sumber daya anggaran dan infrastruktur, tata kelola, serta empiris terkait dengan kondisi saat ini, tampak bahwa upaya untuk penanggulangan bencana belum menyentuh pada akar persoalan. Upaya untuk membangun budaya yang lebih adaptif terhadap bencana masih dirasakan kurang dan perhatian masih lebih berpusat pada tata kelola setelah terjadi bencana, termasuk dalam hal alokasi untuk melakukan inventarisasi terhadap pengurangan emisi gas karbon juga bukan hal yang mudah. Kondisi yang terjadi di Bali sedikit banyak mencerminkan hal yang sama di banyak provinsi di Indonesia. Misalnya, semangat untuk melakukan inventarisasi gas rumah kaca berjalan cukup baik hanya di tahun-tahun seiring dengan berjalannya waktu, kelompok kerja yang dibentuk semakin jarang melakukan koordinasi. Tampak juga belum terbangun perhatian yang sama common interest dan sinergisitas antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pula upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah dihadapkan pada kendala besaran tipping fee atau biaya pengelolaan sampah yang belum sesuai dengan harapan biaya pengelolaan sampah akan semakin murah jika telah terbangun kesadaran terkait dengan penanganan sampah mulai di tingkat rumah tangga hingga pembuangan sampah akhir. Budaya ini perlu dibangun oleh pemerintah dan terhadap konversi lahan, terutama lahan pertanian, semakin sulit. Pertumbuhan kota yang tidak terarah membuat ketersediaan ruang- ruang hijau berkurang secara drastis. Hal ini berdampak pada kian terbatasnya jasa lingkungan hidup environmental services yang bisa dinikmati bersama oleh dan Jepang dapat saling bekerja sama untuk mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang cerdas, baik dalam membangun sumber daya insani yang memiliki daya tahan tinggi terhadap bencana dan perubahan iklim maupun dalam menjaga daya dukung jasa lingkungan hidup. Memperkuat kerja sama dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan budaya akan sangat berguna bagi kedua tengah kondisi kelesuan sektor industri nasional, Indonesia perlu lebih banyak mengambil manfaat kemajuan Jepang bagi pengembangan ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah besar, tanpa harus banyak mengganggu lingkungan hidup. Kepiawaian Jepang dalam mengelola jasa lingkungan hidup bagi sektor pariwisata juga penting untuk juga dengan upaya hal pengembangan energi bersih dan kota-kota berkelanjutan. Tentu Indonesia juga perlu belajar dari kekurangan dan kelemahan kebijakan pembangunan di Jepang. Misalnya, terus bertambahnya penduduk usia tua akan meningkatkan rasio ketergantungan dan urbanisasi yang membuat kian berkurangnya ketersediaan jumlah tenaga kerja di banyak wilayah yang jauh dari pusat Tri Sambodo Peneliti Utama di Pusat Penelitian Ekonomi LIPI
sebelumnyamenurut saya, pola fikir seseorang itu dipengaruhi berbagai faktor seperti lingkungan, pendidikan, keturunan, dll. semakin kita bertumbuh maka semakin berkembang juga pola fikir kita. pendidikan meruapakan salah satu faktor yang amat penting untuk mempengaruhi pola fikir orang. karena melalui pendidikan, kita tidak hanya diajarkanPembangunan pola pikir dapat diasah melalui beberapa cara, seperti memprioritaskan berpikir positif, terima peluang yang sesuai keinginan, bersikap baik pada diri sendiri, dan atur waktu yang dihabiskan dengan baik. Dengan menerapkan beberapa komitmen dasar tersebut, mungkin akan mudah bagi anda untuk mengasah pola pikir. Setiap individu pasti membutuhkan pola pikir yang dapat membangun berbagai kegiatan, mengatasi permasalahan hidup, membantu mereka dalam menghadapi masalah atau kegagalan, serta membantu mereka dalam menyikapi setiap kejadian yang akan dihadapi di masa depan. Oleh karena itu, untuk menghadapi setiap permasalahan dan kondisi tersebut, maka setiap individu harus memiliki kemampuan berpikir yang logis. Karena, berpikir logis juga bukan hanya sekadar konsep, tetapi berpikir logis merupakan suatu model kehidupan yang nyata, di mana kamu dapat membangun keterampilan untuk memecahkan masalah di tempat kerja maupun di lingkungan yang Anda tempati saat ini. Dengan berpikir logis mereka dapat mengasah kemampuannya untuk menghadapi berbagai masalah yang akan dihadapi. Cara Mengasah Pola Pikir Pola pikir adalah sesuatu yang terbentuk dari beberapa banyak faktor, seperti kebiasaan keluarga, didikan sejak kecil, budaya dan cara hidup orang-orang di sekitar, masukan dari buku yang dibaca, konten yang jadi konsumsi setiap hari, pendidikan, pengalaman, bahkan masih banyak lagi. Berpikir dengan positif juga bisa menjadi kekuatan dalam hidup kamu untuk menuju kesuksesan dan kebahagiaan. Jadi, jika kamu sedang menjalani segala aspek kehidupan dengan pikiran yang positif, maka kamu bisa menghadapi semuanya dengan baik. Dan yang menjadi permasalahan saat ini adalah berpikir positif tidak selalu mudah untuk dilakukan banyak orang. Terkadang kamu malah jadi sering untuk membohongi diri kamu sendiri. Karena, kamu menganggap segala sesuatu yang kamu lakukan akan baik-baik saja. Padahal, sebenarnya kamu masih merasakan berbagai perasaan negatif di dalam pikiranmu. Berikut ini merupakan tips untuk membangun pola pikir, yaitu 1. Jadikan berpikir positif sebagai prioritas Cara kita untuk mengubah pola pikir menjadi positif adalah dengan menjadikannya berpikir positif sebagai prioritas di atas segalanya. Ketika kamu mulai memahami bahwa apa yang terjadi dalam hidup kamu adalah sebuah pemberian yang bermakna, maka perspektif kamu akan berubah menjadi lebih tertutup dari hal-hal negatif. Walaupun pemberian ada juga yang kurang bermakna, maka ada baiknya kamu melihat lebih dekat untuk mensyukurinya, sehingga kamu akan menemukan makna itu sendiri sekalipun itu menyakitkan. 2. Katakan ya’ untuk peluang yang sesuai dengan keinginan kamu Sebenarnya Sangat mudah untuk mengingat kembali kegagalan yang pernah kamu lalui. Tapi kamu juga bisa menggunakan pengalaman itu sebagai inspirasi dalam merencanakan sesuatu hal. Dan mulailah hilangkan pikiran negatif kamu dengan fokus untuk mencapai peluang yang kamu impikan. Selebihnya, kamu juga bisa memperbaiki diri untuk mulai membuat rencana baru. Buatlah rencana yang sesuai dengan keinginanmu, misalnya kamu ingin tantangan, kesuksesan, dan kebahagiaan. Maka, tuliskan hal tersebut pada sebuah kertas atau buku, agar kamu bisa selalu mengingatnya. Seperti yang kamu inginkan, yaitu dengan mengatakan ya’ pada peluang yang ada. Lalu, mulai belajar dari kegagalan masa lalu untuk hasil yang lebih baik dalam rencana kamu. 3. Ingatlah untuk bersikap baik pada diri sendiri Ketika kamu merasakan pikiran dengan perasaan negatif, seperti sedih, marah, atau frustasi, maka lakukanlah sesuatu yang bisa menenangkan dirimu sendiri. Mengubah pola pikir kamu dimulai dengan menjadi lebih ramah pada diri kamu sendiri, menerima apa yang kamu dapatkan, dan mensyukuri serta mengambil langkah-langkah untuk masa depan. Memikirkan masa depan yang lebih baik akan membawa kamu lebih banyak merasakan kesenangan dan kegembiraan dalam hidup kamu. 4. Atur waktu kamu dan dengan siapa kamu akan menghabiskannya Berhati-hatilah dengan siapa kamu akan menghabiskan waktu dan untuk siapa kamu memberikan waktu. Tetapi, ada baiknya jika kamu menemukan orang yang menginspirasi untuk hidup kamu dan dengan kehadiran mereka membuat diri kamu menjadi lebih baik. Tapi, jika terlalu banyak menghabiskan waktu dengan orang yang membuat kamu merasa kecil hati dan selalu kurang, maka akan sulit untuk mempertahankan pola pikir positif dalam diri. Bila kamu ingin memiliki pola pikir yang lebih positif, sebaiknya atur waktu dengan siapa kamu akan menghabiskannya. Sekian artikel kami tentang cara mengasah pola pikir. Pembangunan pola pikir dapat diasah melalui beberapa cara yang sudah kami jelaskan diatas. Semoga setelah membaca artikel ini, anda lebih terinspirasi untuk mengasah serta membangun pola pikir. Publikasi Ashefa Griya Pusaka MembangunPola Pikir Dapat Diasah Melalui Pola pikir berkembang (growth mindset) Pola pikir berkembang (growth mindset) adalah pola pikir seseorang yang memiliki keyakinan bahwa kemampuan dasar mereka dapat dikembangkan melalui kerja keras, berlatih, dan bakat hanyalah titik awal.
BLOG - 10 May 2021 Membangun kepercayaan diri pada anak memang tidaklah mudah, namun hal ini bisa dilakukan orang tua dan guru ketika masih dalam masa-masa sekolah. Apakah anak Anda termasuk yang percaya diri di sekolah? Anak yang bahagia dan produktif saat belajar adalah anak yang percaya diri. Dan untuk membangun kepercayaan diri anak dapat dimulai kapan pun, dimana pembelajaran yang bermakna selalu didorong dan didukung. Pada umumnya, anak yang percaya diri di ruang kelas sering ditandai sebagai anak yang cerdas. Namun, sebenarnya kepercayaan diri anak sebagian besar didasarkan pada pengalaman, dan secara bertahap diperkuat oleh keberhasilan di bidang sosial, emosional, intelektual, dan banyak lagi. Anak yang proaktif dalam pengalaman masa sekolahnya, semakin mudah dan semakin alami membangun kepercayaan diri. Jadi penting bagi orang tua untuk membangun suasana yang aman, dan berikan umpan balik yang dapat anak kembangkan. Lalu bagaimana cara agar anak mampu percaya diri ketika belajar di sekolah? Nah, berikut ini beberapa poin penting untuk membangun si kecil percaya diri selama masa sekolah yang bisa Anda terapkan ketika di rumah. tujuan bersama Poin pertama yang bisa dilakukan orang tua untuk membangun kepercayaan diri anak adalah dengan memastikan semua. Anda dan anak memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan pembelajaran. Sering kali orang tua lupa memberitahu anak tentang harapan, pedoman, dan tujuan pembelajaran yang diinginkan. Faktanya, bahkan orang tua sering kali memperlakukan tujuan belajar sebagai milik orang tua, bukan milik anak, seolah-olah menjadi misteri besar bagi anak yang tidak dapat memahaminya. Hal ini membuat anak bingung, bergantung pada hasil, dan pada akhirnya tidak mempercayai Anda. Oleh karena itu saat waktu senggang, penting bagi anda dan anak untuk membicarakan hal ini dengan tenang dan santai, cari tahu tujuan belajar yang anak inginkan, kemudian tujuan belajar yang anda harapkan, agar menjadi pedoman anak saat belajar. anak agar memberikan penilaian pada diri sendiri dan temannya Tidak diragukan lagi, membiarkan anak melakukan penilaian kepada diri sendiri dan teman kelasnya dapat meningkatkan kemampuan belajar, dengan mendorong rasa memiliki dan membantu satu sama lain. Selain itu juga merupakan langkah besar untuk membangun kepercayaan diri siswa. Sebaik mungki anak harus menjadi bagian dari pengambangan, penerapan, dan penilaian. Ini adalah cara yang terbukti untuk meningkatkan pemahaman anak, rasa memiliki, antusiasme untuk belajar dan tentu saja kepercayaan diri. apresiasi yang berguna pada anak Sebisa mungkin sepanjang waktu Anda harus memberikan respon yang konsisten dan sesuai bagi anak. Hal ini dapat dua manfaat yang signifikan dalam hidup anak. Pertama, memberikan kesempatan pada anak untuk belajar dari kesalahan dan, sekali lagi, mengalami rasa kepemilikan dalam belajar. Kedua, berhasil membangun kepercayaan diri anak. Selain itu, dengan memberikan respon dapat membangun anak merasakan pencapaian dari seberapa keras anak berjuang. Respon harus membuat anak merasa nyaman tentang dimana dirinya berada, dan membuat anak bersemangat tentang ke mana anak bisa melanjutkan. pikiran anak Poin ini juga sangat penting dilakukan para orang tua, pasal nya seringkali waktu belajar membebani anak, karena anak cenderung kehilangan kepercayaan diri sendiri setelah merasa lebih berjuang daripada yang sebenarnya. Biasanya ini adalah kasus dimana anak merasa mengetahui lebih dari yang ia kira. Anda pasti pernah mendengar kalau curhat sering kali membantu melegakan pikiran yang membebani seseorang. Hal ini juga berlaku dalam membangun kepercayaan diri anak. Dengan mengosongkan pikiran atau yang disebut sebagai brain dump adalah cara dimana Anda harus meminta anak untuk mengungkapkan segala sesuatu di kepalanya melalui tinjauan atau diskusi terbuka, untuk menunjukan kepada Anda seberapa banyak yang telah ia capai dan pelajari. bahwa berusaha itu hal yang normal Apa yang terjadi ketika anak dilihat sebagai murid yang berjuang lebih di kelas? Pemahaman yang sering kali muncul adalah anak mendapatkannya sementara murid lain tidak dan mungkin tidak akan pernah. Tentunya, sikap ini dapat merusak perjalanan belajar anak di lingkungan sekolahnya. Sering kali anak yang berjuang keras adalah dilihat sebagai anak-anak yang lebih pintar, sehingga harus bekerja keras sepanjang waktu. Awalnya, murid lain mungkin tidak melihat seberapa banyak usaha yang dilakukan anak Anda, karena telah dipengaruhi oleh kegagalannya sendiri. Padahal sekolah bukan kompetisi dimana murid yang harus lebih pintar dari yang lain. Anda seperti itu dapat menumbuhkan pemahaman yang salah pada anak karena ia bisa merasa terkucil oleh anak sekitarnya sehingga berhenti belajar agar lebih diterima. Jika itu terjadi, Anda dapat mengingatkan anak bahwa perjuangan bukanlah hal sia-sia, karena itu menjadi satu langkah lagi dalam perjalanannya mendapatkan konsep belajar. kesuksesan anak tanpa melihat hasilnya Keberhasilan dalam apapun belajar, tak peduli seberapa besar atau kecil, pantas untuk diakui dan dirayakan. Ini mungkin lebih berarti bagi beberapa anak daripada yang lain, tetapi ini masih merupakan cara yang baik untuk membangun kepercayaan diri anak. Sehingga sebagai orang tua, Anda perlu mendukung anak untuk tetap belajar dan berjuang serta saling mendukung untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Baca Juga Menumbuhkan Minat Belajar Pada Anak dengan Metode Fun Learning 1 Demikian beberapa poin penting yang bisa orang tua lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak ketika belajar di sekolah. Sikap percaya diri juga bisa tumbuh tatkala anak masuk dalam lingkungan sekolah terbaik dan mendapatkan pembelajaran yang baik. Oleh karena itu, bagaimanapun keterampilan percaya diri anak adalah kemampuan yang bisa diasah dengan cara pola pikir yang berkembang.
Growth mindset adalah sebuah cara untuk mengembangkan potensi dan kecerdasan yang kamu miliki. Selain itu, growth mindset juga dapat membantu mengembangkan potensi kariermu. Arti growth mindset adalah pola pikir bahwa kemampuan dan kecerdasan yang kamu miliki akan terus berkembang. Bakat yang kamu miliki adalah sebuah bibit dari kesuksesan, jika terus diasah. Dikutip dari buku Mindset The New Psychology of Success, growth mindset merupakan salah satu kunci untuk meraih kesuksesan. Misal, dalam dunia kerja, seseorang yang ingin terus belajar, bahkan di luar job desk-nya, ia akan berkesempatan untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih baik. Orang-orang dengan pemikiran growth mindset akan menghargai proses dalam pengembangan diri mereka, tidak menganggap sebuah kegagalan sebagai hambatan, namun sebagai sebuah batu loncatan untuk menjadi lebih baik. Mereka juga percaya bahwa kritik atau feedback yang diberikan orang lain bukanlah suatu hal negatif, namun sebagai masukan yang positif untuk bisa terus belajar dan berkembang. Baca juga Organisasi Mahasiswa Itu Penting, Enggak, Sih? Manfaat Penerapan Growth Mindset Photo by Karolina Grabowska Menerapkan prinsip growth mindset memberikan motivasi dan semangat pada diri sendiri untuk terus maju. Berikut manfaat penerapan growth mindset! 1. Menumbuhkan rasa percaya diri Growth mindset yang kamu terapkan akan memotivasi untuk terus belajar dan mencoba hal baru. Kamu pun menjadi percaya diri, dan bakat akan dapat terus berkembang. 2. Lebih produktif Salah satu cara seseorang yang memegang prinsip growth mindset untuk mengembangkan diri adalah dengan mencari tahu dan mengeksplor banyak hal baru. Biasanya melalui beberapa kegiatan sehingga membuatnya lebih produktif dalam hal yang positif. 3. Meningkatkan kemampuan dan kecerdasan Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan akan terus berkembang. Begitu juga diri kamu yang harus terus mengembangkan potensi yang diri. 4. Tidak takut untuk gagal Selalu berani mencoba hal dan tantangan yang baru, sehingga kamu tidak akan takut adanya kegagalan di depan nanti. 5. Melihat masalah bukan sebagai hambatan Memandang sebuah masalah yang terjadi bukan sebagai hambatan untuk terus berkembang, namun sebagai batu loncatan untuk menjadi lebih baik lagi. 6. Belajar skill dan pengetahuan baru Saat kamu mulai mengembangkan bakat dan kecerdasan diri sendiri, tanpa disadari akan mendapat dan mempelajari banyak hal baru seperti skill dan pengetahuan. 7. Memandang feedback sebagai motivasi Kritikan yang kamu dapat akan dianggap sebagai motivasi untuk belajar dari pandangan orang lain, sehingga menjadi lebih baik lagi. Baca juga Fresh Graduate Wajib Punya 7 Skills Ini, Biar CV Dilirik HRD Cara Membangun Growth Mindset dalam Diri Photo by Andrea Piacquadio 1. Mengakui ketidaksempurnaan adalah hal lazim yang semua orang alami Ketidaksempurnaan adalah sifat alami semua orang. Jangan sampai kamu berpikir bahwa ketidaksempurnaan yang ada hanyalah hambatan untuk terus tumbuh dan mengembangkan diri. 2. Hadapi tantangan dengan bijak Setiap keputusan yang kamu ambil dalam hidup, pasti akan ada tantangan. Ketika itu hadir, sikapilah dengan bijak dan positif. Ambil jalan keluar yang terbaik dengan cara berpikir bahwa tantangan bukanlah hambatan atau titik akhir sebuah perjalanan. 3. Selalu menghargai sebuah proses Proses adalah perjalanan menuju goals yang kamu inginkan. Jatuh-bangun dan gagal semua bisa terjadi dalam proses. Namun, karena itu kamu menjadi belajar lebih banyak hal dalam proses yang kamu jalani. 4. Keluar dari zona nyaman Duduk manis dalam sebuah kenyamanan memang sangat menenangkan. Namun, kamu tidak akan belajar banyak hal baru, jika terus membiarkan diri hidup di dalam zona nyaman tersebut. Keluarlah, cari dan temukan banyak hal baru di luar sana, sehingga kamu dapat mempelajari lebih banyak pengetahuan. 5. Stop cari validasi dari luar Percayalah diri sendiri, bahwa kamu akan selalu menjadi lebih baik and always will be. Berhenti cari validasi dari orang lain bahwa kamu bisa, karena motivasi itu tumbuh dari dalam diri sendiri. 6. Tidak takut mendengar kritikan Usahakan jangan mudah baper atau takut untuk mendengar sebuah kritikan pada diri sendiri. Jadikan kritikan sebagai masukan dan saran agar kamu menjadi lebih baik lagi kedepannya. 7. Ubah kata “tidak bisa” menjadi “belum” Berhenti merendahkan kemampuan diri sendiri. Ganti kata “tidak bisa” menjadi “belum” untuk hal-hal yang ada di luar jangkauan pengetahuan dan pengalaman kamu. Bukalah diri untuk terus mencoba hal baru dan mempraktikannya. Baca juga Tujuan Magang untuk Mahasiswa Itu Apa, Sih? Penerapan dalam Rutinitas Photo by Karolina Grabowska 1. Tak pernah telat untuk mulai belajar Remember it It’s never too late! Kapanpun ingin memulai mempelajari hal baru, adalah sebuah start yang baik. Anggap sebagai titik awal dirimu untuk menjadi lebih baik dan berkembang dari sebelumnya. 2. Kegagalan adalah manusiawi Nobody’s perfect, right? Semua manusia pernah gagal. Tidak ada seorang pengusaha bahkan miliarder yang tidak pernah merasakan jatuh dan gagal. Namun, yang membedakan adalah ketika gagal apakah kamu memilih menyerah atau mulai lagi untuk terus mencoba? 3. Practice makes perfect Ilmu atau skill baru tidak akan benar-benar kamu pahami tanpa mempraktikannya. Biasakanlah diri kamu untuk terus berlatih hingga akhirnya kamu benar-benar memahami dan mahir mengenai hal baru tersebut. 4. Percaya kamu bisa dan kamu mampu Orang lain bisa, kenapa kamu tidak coba juga? Percaya pada diri sendiri bahwa kamu mampu dan bisa melakukan banyak hal, meskipun masih asing di telinga. 5. Tantangan sebagai media pembelajaran Jadikan tantangan sebagai pelajaran serta cara menguji diri agar dapat menyelesaikan tantangan tersebut dan mengambil pengalaman baru dari apa yang telah kamu selesaikan. Bicara soal pengembangan diri tak lepas dari proses belajar. Nah, jika kamu sudah mengetahui seberapa pentingnya pengemebangan diri, kamu harus mulai gemar belajar. Kamu bisa mengikuti kursus yang saat ini banyak tersedia. Begitu pula dengan keringanan pembiayaan untuk mengikuti kursus itu sendiri. Salah satunya adalah Edufund, yang menyediakan bantuan cicilan dana untuk kamu yang ingin mengikuti kursus. Growth mindset akan terus mendukungmu untuk tumbuh menjadi manusia lebih baik dan berbakat. Kamu akan mampu mempelajari banyak hal di luar pemahaman dan jangkauanmu, sehingga menjadi lebih maju dari dirimu sebelumnya. Hidup adalah perjalanan juga pembelajaran untuk kamu. Jadi, teruslah berkembang untuk menjadi manusia yang lebih baik! Post Views 559
PembangunanPola Pikir Dapat Diasah Melalui. 30 Desember 2021 SeGar. Membangun Pola Pikir Dapat Diasah Melalui. 23 Desember 2021 SeGar. Populer. Cakar Mafia Siong Minyak di Medan Marelan Tajam, Kasatres "Akan Kita Tindak Lanjut"