ï»ż- Khulafaur Rasyidin adalah kekhalifahan pertama yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 masehi. Khulafaur Rasyidin berjumlah empat khalifah, yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Pada masa kepemimpinannya, Khulafaur Rasyidin memberi kontribusi besar dalam peradaban khalifah yang berkuasa selalu menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kepemimpinannya dan mereka dikenal mempunyai perilaku terpuji yang patut diteladani umatnya. Pada masa kejayaannya, Kekhalifahan Rasyidin membentang dari Jazirah Arab, Levant, Kaukasus, sebagian Afrika Utara, dataran tinggi Iran, dan Asia Tengah. Baca juga Kekhalifahan Bani Umayyah Masa Keemasan dan Akhir KekuasaanPengertian Khulafaur Rasyidin Khulafaur Rasyidin berasal dari dua kata, khulafah dan ar-rasyidin. Khulafah adalah bentuk jamak dari khalifah, yang artinya pengganti, pemimpin, atau penguasa yang diangkat setelah Nabi Muhammad untuk melanjutkan tugas beliau sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan, tetapi bukan sebagai nabi atau rasul. Sedangkan ar-rasyidin adalah bentuk jamak dari ar-rasyid yang artinya orang yang mendapat petunjuk. Jadi menurut bahasa, Khulafaur Rasyidin adalah orang yang ditunjuk sebagai pengganti, pemimpin, atau penguasa yang selalu mendapat petunjuk dari Allah. Sejarah Khulafaur Rasyidin Setelah Nabi Muhammad wafat, umat muslim sempat mengalami kebingungan karena beliau tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikanya sebagai pemimpin umat Islam.
Sebagaimanadiketahui bahwa Muhammad saw selain sebagai Nabi dan Rasul juga sebagai Imam, Penguasa, Panglima Perang, dan lain sebagainya.1 Khulafaur Rasyidin merupakan pemimpin umat Islam dari kalangan sahabat pasca Nabi wafat. Mereka merupakan pemimpin yang dipilih langsung oleh para sahabat melalui mekanisme yang demokratis. Membahas tentang sejarah kejayaan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw pada masa awal tidak bisa lepas dari salah satu perjuangan para pemimpinan Islam di era setelahnya, atau yang lebih masyhur dengan sebutan Khulafaur Rasyidin. Pada masa ini merupakan masa paling cemerlang dalam sejarah kaum muslimin setelah masa Rasulullah. Para khulafaur rasyidin merupakan pemegang estafet kepemimpinan Islam untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah. Oleh karena itu, tidak etis jika membahas masa keemasan Islam di masa awal namun tidak menyinggung pimpinan kaum muslimin pada masa itu. Adapun tokoh-tokoh pimpinan kaum muslimin yang memiliki gelar Khulafaur Rasyidin adalah, Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali, dan Umar bin Abdul Aziz, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya, Sullam al-Munajah Syarah Safinatis Shalat. Para khulafaur rasyidin menjadi pimpinan-pimpinan yang sangat adil, dan bijaksana, sebagaimana sosok yang menjadi teladan bagi mereka, yaitu Rasulullah. Mereka mewakili nabi dalam mewujudkan keadilan, menyebarluaskan kebajikan dan kasih sayang, serta ucapan dan perbuatannya tidak pernah menyimpang dari ajaran suci yang dibawa olehnya. Era itulah yang menjadi parameter dalam mengukur sejauh mana lurusnya penguasa setelah Rasulullah. Nah, dalam hal ini, penulis akan menjelaskan biografi masa kepemimpinan khulafaur rasyidin setelah Rasulullah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten wafat 1316 H dalam kitab Sullam al-Munajah Syarah Safinatis Shalat, cetakan Darul Kutub al-Wasathiyah, halaman 5-6, sebagai berikut Abu Bakar As-Shiddiq Setelah Rasulullah wafat, sahabat Abu Bakar yang sekaligus mertuanya ditunjuk oleh para sahabat sebagai penggantinya untuk memegang kendali umat Islam, sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan menantunya itu. Ia merupakan khulafaur rasyidin pertama yang menjadi pimpinan umat Islam setelah Rasulullah. Sosok yang santun, adil, penyayang, dan bijaksana dalam dirinya, merupakan representasi dari apa yang ia lihat dari Rasulullah dalam memimpin umat Islam. Oleh karena itu, para sahabat sepakat untuk menunjuknya sebagai pimpinan umat Islam saat itu. Menurut Syekh Nawawi Banten, Abu Bakar menjadi pimpinan umat Islam selama dua tahun setengah. Saat itu, ia tidak hanya memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran Islam, namun juga memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan kaum muslimin yang sudah keluar dari ajaran Islam murtad pasca-meninggalnya Rasulullah. Setelah genap memimpin umat Islam selamat dua tahun setengah. Ia wafat di usia 63 tahun. Ia meninggalkan umat Islam pada malam Selasa tanggal 23 Jumadil Akhir, antara waktu Maghrib dan Isya, kemudian dimakamkan di Madinah berdekatan dengan makam Rasulullah. Adapun penyebab wafatnya, sebagaimana disebutkan oleh Syekh Nawawi, yaitu disebabkan sedih yang terus menerus karena ditinggal oleh Rasulullah. Umar bin Khattab Setelah sahabat Abu Bakar wafat, Sayyidina Umar merupakan satu-satunya sahabat yang dipilih untuk melanjutkan perjuangan sahabat dekatnya itu. Sikapnya yang tegas dalam berdakwah, dan bijaksana dalam menyebarkan ajaran Islam menjadi salah satu alasan di balik terpilihnya Umar untuk menjadi pimpinan kaum muslimin. Umar bin Khattab merupakan khulafaur rasyidin kedua setelah sahabat Abu Bakar. Ia menjadi pimpinan umat Islam selama sepuluh bulan dan lima hari. Dalam catatan sejarahnya, ia mampu menyebarkan ajaran Islam dengan sangat luas sekalipun dengan tempo yang sangat singkat selama menjadi pemimpin. Sayyidina Umar wafat di usia 63 tahun, sebagaimana usia sahabat Abu Bakar. Ia meninggalkan umat Islam pada hari Rabu tanggal 27 bulan Dzulhijah, setelah dibunuh oleh Abu Luâluk al-Mughirah Fairuz, saat sedang melakukan shalat Subuh, kemudian dimakamkan di Madinah berdekatan dengan makam Rasulullah dan Abu Bakar. Utsman bin Affan Sayyidina Utsman bin Affan merupakan piminan umat Islam ketiga dalam sejarah khulafaur rasyidin setelah masa kepemiminan Sayyidina Umar. Ia memimpin kaum muslimin dengan tempo yang tidak sedikit, yaitu selama dua belas tahun kurang dua belas hari. Selama menjadi pemimpin umat Islam, ia telah berhasil menaklukkan berbagai kerajaan-kerajaan yang menentang terhadap ajaran yang ia dakwahkan. Terbukti, pada masa kepemimpinannya itu, ia telah berhasil menyebarkan ajaran Islam hingga kota Mesir. Tepat di masa keemasan pimpinannya itu, Utsman bin Affan pergi meninggalkan umat Islam di usia 88 tahun. Ia wafat karena dibunuh oleh penduduk Mesir dan orang-orang Khawarij setelah melaksanakan shalat Ashar, tepat pada hari Rabu tanggal 18 Dzulhijjah, kemudian dimakamkan di Makbarah Baqiâ di Madinah. Ali bin Abi Thalib âSaya Rasulullah adalah gudangnya ilmu, dan Ali adalah pintunya ilmu.â Demikian salah satu hadits populer perihal kelebihan Sayyidina Ali dari sahabat yang lainnya. Ia menjadi sahabat pertama yang masuk Islam dari kalangan anak kecil, sekaligus menjadi suami dari putri Rasulullah, Sayyidah Fatimah az-Zahra. Ali bin Abi Thalib merupakan khulafaur rasyidin keempat setelah wafatnya Utsman bin Affan. Ia dipercaya untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah dan para pimpinan Islam sebelumnya. Pada masa kepemimpinannya, ia berhasil menyebarkan ajaran Islam melebihi jangkauan khulafaur rasyidin sebelumnya. Selama bertugas, ia tidak hanya menyebarkan ajaran Islam, namun menyejahterakan rakyatnya, berlaku sangat adil dan bijaksana, sebagaimana pimpinan-pimpinan sebelumnya. Namun, dalam masa kepemimpinannya tersebut dikenal dengan istilah masa tersulit jika dibanding dengan masa-masa sebelumnya. Sebab, pada masa itu terjadi perang saudara antara umat Islam pasca wafatnya Sayyidina Utsman. Kendati demikian, ia tetap memiliki sejarah yang luar biasa dalam mengatasi semua itu. Tepat di masa kepemimpinannya yang sudah mencapai 5 tahun, ia meninggalkan umat Islam setelah dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam di usia 65 tahun. Pembunuhan tersebut terjadi malam Jumat 17 Ramadhan tahun 40 H, kemudian dimakamkan di Kufah. Hasan bin Ali Setelah ayahnya, Sayyidina Ali wafat karena dibunuh, Sayyidina Hasan sebagai anaknya mengambil alih kepemimpinannya. Ia melanjutkan perjuangan ayahnya dalam menyebarkan ajaran Islam, dengan mengambil alih estafet kepemimpinannya di Kufah. Di masa kepemimpinan Sayyidina Hasan, system yang ia terapkan tidak jauh beda dengan apa yang diterapkan oleh ayahnya. Hanya saja, ia menjadi pimpinan umat Islam dengan tempo yang tidak terlalu lama, yaitu 6 bulan kurang satu hari. Kendati waktu yang singkat, ia berhasil dalam mengemban amanah beratnya itu. Ia merupakan sosok yang sangat tegas dan bijaksana. Keadaan politik yang memanas saat itu berhasil ia kendalikan dengan baik. Syekh Nawawi mengatakan bahwa pada bulan Muharram ia jatuh sakit, kemudian beberapa hari setelah itu, tepatnya di pertengahan bulan Muharram ia wafat, kemudian dimakamkan di Baqiâ, Madinah. Umar bin Abdul Aziz Salah satu pimpinan yang masuk dalam daftar khulafaur rasyidin menurut sebagian ulama adalah khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ia merupakan sosok pemimpin yang sangat amanah dan jujur dengan apa yang menjadi kewajibannya. Khalifah Abdul Aziz menjadi pimpinan umat Islam selama dua tahun dan lima bulan. Kemudian ia sakit dan wafat pada bulan Rajab tanggal 21. Ia wafat di usianya yang masih muda, yaitu 3 tahun lebih enam bulan, kemudian dimakamkan di Damaskus. Demikian biografi singkat khulafaur rasyidin dan masa kepemimpinannya dalam memperjuangkan ajaran Islam. Semoga bermanfaat. Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan, Kokop, Bangkalan, Jawa Timur.AbuBakar, menjadi satu di antara nama-nama khulafur rasyidin, dan merupakan seorang terpelajar dan dipercayai dapat menafsirkan mimpi seseorang. Tidak hanya itu, beliau juga dikenal sebagai sosok yang dermawan, rendah hati dan penyabar. Maka sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk meneladani beliau. 2.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. 1. Abu bakar ash-Shiddiq 11-13 H / 632-634 MAbu Bakar diangkat sebagai Khalifah dibalai pertemuan Bani Saidah melalui pemilihan musyawarah terbuka, terutama oleh lima tokoh yaitu Abu Bakar, Umar bin khaththab, Abu Ubaidah bin Jarrah, Basyir bin Saad dan Aqsid bin khudair yang mewakili semua golongan utama Islam, yaitu Muhajirin, Anshor suku Aus dan Khazaraz. Meskipun dalam keadaan mendesak, banyak tokoh masyarakat lain yang tidak diajak musyawarah sistem suksesi pada masa Abu Bakar adalah berdasarkan musyawarah. Ini adalah salah satu embrio demokrasi dalam kepemimpinan Umar bin Khaththab 12-23 H / 634-644 MSetelah Abu Bakar menyelesaikan tugas kekhalifahannya selama dua tahun, beliau lalu wafat. Sebelum Abu Bakar wafat, beliau sempat berwasiat dengan menunjuk penggantinya, sesudah bermusyawarah dengan kaum muslimin. Kebetulan yang ditunjuk pada saat itu adalah Umar bin Khaththab, maka akhirnya sepeninggal Abu Bakar Kekhalifahan itu digantikan oleh Umar bi Khaththab. Disaat Abu Bakar menunjuk sebagai penggantinya sebelum beliau wafat, rupanya beliau merasa trauma sewaktu ditinggal oleh Nabi, yakni sempat terjadi perselisihan yang cukup tajam dikalangan kaum muslimin, karena Nabi tidak menunjuk siapa calon penggantinya. Hal ini adalah yang disebut dengan sistem suksesi kepemimpinan dengan jalan wasiat oleh pendahulunya dan tidak melalui pemilihan pada pertemuan Ustman bin Affan 23-35 H / 644-656 MSetelah Umar wafat kerena ditikam oleh Abu luâluah, maka estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Ustman bin Affan, yaitu dengan melalui sistem â Dewan formatur âyang terdiri dari lima dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar sebelum beliau wafat. Mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Ustman bin Affan, Saad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Abdullah bin umar bin perundingan dimulai, seoarang dari salah satu sahabat ada yang mengundurkan diri yaitu Abdurrahman bin Auf, dan yang lain enggan untuk mengundurkan itu juga sempat terjadi oksi saling dukung mendukung antara kelompok Ali dan kelompok Ustman. Namun akhirnya Ustman yang resmi terpilih menjadi khalifah untuk menggantikan Umar bin Khaththab. Pengangkatan tersebut adalah hasil dari musyawarah yang diselenggarakan oleh Dewan formatur yang telah dibentuk Ali bin Abi Thalib 35-40 H / 656-661 MSetelah Ustman bin Affan menyelesaikan tugas kepemimpinannya maka tongkat komando kepemimpinan islam waktu itu dipegang oleh Sayyidina Ali bin Abi Ali terpilih sebagagi Khalifah, dalam pidato pengukuhannya khalifah Ali menyatakan bahwa Allah telah menurunkan Al-qurâanyang menjelaskan hal-hal yang baik dan meninggalkan yang buruk. Beliau juga menegaskan bahwa perlindungan Allah adalah perlindungan atas umat Islam. Adalah haram hukumnya melukai, merugikan sesama muslim tanpa alasan yang dibenarkan hukum. Tidaklah mengherankan jika kemudian diakhir kepemimpinan Ali, sempat terjadi konflik-konflik, seperti perang Jamal antara Ali dan Aisyah, perang shffin antara Ali dengan Muâawiyah,yang membelot sampai terjadinya Tahkim Arbitrase masing-masing pihak memilih seorang hakim pada tahun 34 H untuk mengatasi konflik karena kelicikan Amr bin Ash wakil dari kubu Muâawiyah, dalam Tahkim tersebut diputuskanlah bahwa Ali dihentikan jabatannya sebagai khalifah, dan diangkatlah Muâawiyah sebagai pengganti. Sejak itu pula sistem pergantian kepemimpinan yang bersifat demokrasi berubah menjadi yang monarki atau turun Kebijakan dan Prestasi1. Abu Bakar Ash-Shidddiqa. Keberhasilan mengusai wilayah Palestina, Yordania, dan Syiria, pasukan muslim terus menyebarkan Dakwah Islamnya. b. Berhasil menghalau gerakan riddah, serta berhasil memperluas wilayah Islam ke luar Jazirah Pengumpulan lembaran shuhuf ayat-ayat suci Al-qurâ berupa kulit kayu, tulang-belulang dan ada juga yang berupa tulisan di atas Umar bin Khaththaba. Penaklukan wilayah Romawi, yaitu Damaskus, Syiria Utara, Darussalam, Parsi, dan Membentuk beberapa Lembaga pemerintah diantaranya di Bidang Ekonomi seperti Mendirikan Baitul Mal, Mendirikan Departement keuangan dan Pajak, Menetapkan Anggaran penerimaan dan pengeluaran Lembaga Bidang Sosial; Mendirikan Departemen Pendidikan, Kehakiman, Menunjuk Qadhi sebaagai ketua peradilan,Menetapkan Kalender Lembaga Bidang Keamanan; Membentuk Angkatan perang yang tetap dan teratur, membagi wilayah kekuasaan Ustman bin Affana. Memperluas wilayah Islam mulai dari benua Asia yang meliputi Thabaristan, wilayah serbang sungai Jihun, Harah, Kabul, Turkistan, dan Armenia; benua Afrika meliputi Barqah, Tripoli Barat, dan Nubah; serta benua Eropa meliputi Pulau Cyprus dan Constatinopel. Serta memperkuatkan pasukan muslimin angkatan Pembukuan dan penggandaan mushaf Al-qurâan yang sebelumnya masih berupa shuhuf yang disimpan di rumah Ummul Mukminin Hafshah, sehingga kaum Muslimin mengenalnya dengan Mushaf Masjid Nabawi di Madinah Ali bin Abi Thaliba. Menerbitkan penggunaan fasilitas pemerintahan oleh pejabat Pengembangan Ilmu pengetahuan dan Mengembangkan kajian Bahasa Arab menjadi sebuah kajian Ilmu yang Merumuskan kaidah-kaidah Bahasa Arab yang sekarang lebih dikenal dengan Nahwu, dengan tujuan untuk mempermudah memahami bahasa arab yang menjadi bahasa Al-qurâan dan Karakteristik Kepemimpinan Khulafaâ Ar-RasyidunKhulafaur Rasyidin terdiri dari empat sahabat Nabi Muhammad , mempunyai karakter yang berbeda-beda berikut uraian secara singkatnya mengenai karakter kepemimpinan Abu Bakar Ash-ShiddiqKholifah Abi Bakar as Shidiq mempunyai karakter yang lemah lembut dan tegas. Dalam suasana yang kacau pemimpin yang berkarakter seperti Kholifah Abu Bakar as Shidiq sangat diperlukan. Dengan kelembutannya, dapat menginsafkan orang-orang terbujuk berbuat makar. Sementara orang-orang yang bersikap merongrong dihadapi secara tegas oleh Abu Bakar as memimpin karakter yang dipakai Abu Bakar adalah bersifat sentralistik, dimana kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif berada ditangan Khalifah. Meskipun demikian, Abu Bakar tetap mengajak bermusyawarah dengan para sahabat lain, sebagaimana yang dulu pernah dipraktekkan oleh Rasulullah Kepemimpinan Umar bin KhaththabKholifah Umar bin Khattab, mempunyai karakter Cerdas, tegas danmengutamakan kepentingan rakyat. Kecerdasannya Umar bin Khattab sangat diperlukan untuk membangun dasar-dasar kemasyarakatan yang islami. Beliau juga merupakan tipe yang demokratis dan inlusif, ia mau dikritik dan mau mendengar saran dari orang lain. Hubungan antara penguasa dan rakyat juga sangat demokratis, bersifat transparan,adaptis dan dinamis. Manajemen seperti itu rupanya menjadi salah satu faktor internal keberhasilan kepemimpinan Kepemimpinan Ustman bin AffanUsman bin Affan . Masa Usman bin Affan situasi sudah aman. Kemakmuran sudah tercapai di segenap lapisan masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, karakter pemimpin yang shaleh, penyantun dan sabar sangat diperlukan. Dengan karakter seperti Kholifah Usman bin Affan kemakmuran rakyat tercapai, baik jasmani maupun rohani. Beliau juga dikenal sebagai orang yang familier dan humanis. Namun kemudian karakter yang seperti itu malah berdampak kurang baik, yaitu munculnya nepotisme dalam kepemimpinan Ustman kemudian banyak pejabat-pejabat negara dam kerabatnya sendiri dan kurang mengakomodir pejabat diluar kerabat yang kemudian menyebabkan munculnya kerusuhan, kecemburuan,dan pergolakan Kepemimpinan Ali bin Abi ThalibSayyidina Alidikenal sebagai khalifah yang pemberani, cerdas, pandai berperang dan pandai menulis. Beliau juga seorang orator bin Abi Thalib. Sebagai masa peralihan dari Kholifah Usman bin Affan ke Kholifah Ali bin Abi Thalib , kekacauan kembali terjadi. Dalam kondisi negara seperti itu, karakter pemimpin yang tegas dan mengutamakan kebenaran sangat diperlukan. Khalifah Ali bin Abi Thalib mempunyai karakter yang tepat. Ketegasan Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam membela kebenaran mirip dengan Khalifah Umar bin Khattab. Ali adalah tipe orang yang suka berterus tidak takut kepada celaan siapapun yang menjalankan kebenaran, meskipun hal tersebut beresiko bagi sebab itu, setelah diangkat menjadi khalifah, Ali mengambil langkah-langkah tegas 1 memecat kepala-kepala daerah yang diangkat oleh ustman dan dikirmlah kepala yang baru untuk menggantinya, 2 menggambil kembali tanah-tanah yang dibagi-bagikan Ustman kepada kerabatnya tanpa jalan yang sah. Demikian juga hibah atau pemberian Ustman kepada siapapun yang tidak beralasan diambil kembali oleh Ali untuk di kembalikan kepada negara. E. KesimpulanKholifah Abi Bakar as Shidiq mempunyai karakter yang lemah lembut dan tegas. Dalam suasana yang kacau pemimpin yang berkarakter seperti Kholifah Abu Bakar as Shidiq sangat diperlukan. Dengan kelembutannya, dapat menginsafkan orang-orang terbujuk berbuat makar. Sementara orang-orang yang bersikap merongrong dihadapi secara tegas oleh Abu Bakar as Umar bin Khattab ,mempunyai karakter Cerdas, tegas dan mengutamakan kepentingan rakyat. Kecerdasannya Umar bin Khattab sangat diperlukan untuk membangun dasar-dasar kemasyarakatan yang bin Affan . Masa Usman bin Affan situasi sudah aman. Kemakmuran sudah tercapai di segenap lapisan masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, karakter pemimpin yang shaleh, penyantun dan sabar sangat diperlukan. Dengan karakter seperti Kholifah Usman bin Affan kemakmuran rakyat tercapai, baik jasmani maupun bin Abi Thalib. Sebagai masa peralihan dari Kholifah Usman bin Affan ke Kholifah Ali bin Abi Thalib, kekacauan kembali terjadi. Dalam kondisi negara seperti itu, karakter pemimpin yang tegas dan mengutamakan kebenaran sangat diperlukan. Ketegasan Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam membela kebenaran mirip dengan Khalifah Umar bin PUSTAKAMunawir Sjadzali, Islam dan Tata Negara; Ajaran Sejarah pemikiran, Jakarta UI Press1993.Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta; Pustaka al-Husna 1990.M. Mumtahin Balya Hulaimi, Sejarah Kebudayaan Islam, Cet; 1Jakarta; Friska Agung Insani .Badri Yatim, Sejarah Peradapan Zainuddin, Studi Kepemimpinan Islam Telaah Normatif dan Historis, Putra Mediatama Press.[1] Munawir Sjadzali, Islam dan Tata Negara; Ajaran Sejarah pemikiran, Jakarta UI Press1993, [2] Ibid, hlm. 29 [3] Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta; Pustaka al-Husna 1990, hlm. 304.[4] M. Mumtahin Balya Hulaimi, Sejarah Kebudayaan Islam, Cet; 1Jakarta; Friska Agung Insani , Ibid, Badri Yatim, Sejarah Peradapan Islam, [7] Muhadi Zainuddin, Studi Kepemimpinan Islam Telaah Normatif dan Historis, PutraMediatama Press, Ibid, Lihat Catatan Selengkapnya
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID wiczIs_si_w_OnLkOMooT1k00MVO3q8LOzrY9yQsanxstJqHhmUGdw==
.