Setelahkepemimpinan Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), kekhalifahan selanjutnya jatuh kepada Bani Umayyah, Bani Abbasiyah (750- 1.258 M), dan kesultanan Utsmaniyah yang merupakan kekhalifahan terakhir dan diganti menjadi negara sekuler Republik Turki pada tanggal 3 Maret 1924.
115 Menceritakan kisah ketegasan Abu Bakar as-Siddiq dalam mengahadapi kekacauan umat Islam saat wafatnya Nabi Muhammad saw. L. Indikator pencapaian Kompetensi Menjelakan model kepemimpinan Khulafaur Rasyidin Menceritakan kisah ketegesana Abu Bakar as-Siddiq dalam mengahadapi kekacauan umat Islam saat wafatnya Nabi Muhammad saw. M. Tujuan Pembelajaran 4. Agar siswa dapat memahami model kepemimpinan Khulafaur Rasyidin 5. Agar siswa dapat menceritakan kisah ketegasan Abu bakar as-Siddiq dalam menghadapi kekacauan umat Islam saat wafatnya Nabi Muhammad saw. N. Materi Pembelajaran 1. Ibrah Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin Ibrah atau pelajaran yang dapat diambil dari kepemimpinan Khulafaur Rasyidin adalah meneladani prestasi-prestasi yang dicapai. Khalifah Abu Bakar as-Siddiq merupakan salah satu sosok pemimpin yang tegas dan teguh memegang kebenaran. Khalifah Abu Bakar as-Siddiq segera memberantas suatu gerakan yang dinilai menyalahi Islam, tanpa memberi kesempatan gerakan tersebut berkembangan. Khalifah Umar bin Khattab merupakan salah satu pemimpin yang meletakkan dasar-dasar demokrasi dalam Islam. Beliau benar-benar memerhatikan dan mengutamakan kepentingan rakyat. Dalam pemerintahan beliau memilih pejabat yang 116 benar-benar dapat dipercaya. Khalifah Umar bin Khattab juga selalu membuka diri untuk menerima suara langsung dari rakyatnya. Khalifah Usman bin Affan merupakan salah satu pemimpin yang lemah lembut dan sangat memperhatikan kepentingan rakyatnya. Beliau lebih suka mengadakan pendekatan persuasif jika terjadi gejolak. Adapun Khalifah Ali bin Abi talib adalah seorang pemimpin yang disiplin, tegas, dan keras dalam membela kebenaran. Dalam kondisi tertentu, Khalifah Ali bin Abi Tali lebih mengutamakan kebenaran yang diyakininya daripada persatuan. Khalifah Ali bin Abi Talib lebih mengutamakan kebenaran yang diyakininya daripada persatuan. Khalifah Ali bin Abi Talib juga sangat menjunjung tinggi keputusan yang sudah menjadi kesepakatan mayoritas. 2. Gaya kepemimpinan Khulafaur Rasyidin Khulafaur Rasyidin yang terdiri atas empat sahabat Nabi Muhammad saw. Mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Khalifah Abu Bakar as-Siddiq mempunyai karakter lembut dan tegas. Dalam suasana negara yang kacau, pemimpin yang berkarakter seperti Khalifah Abu Bakar as-Siddiq sangat diperlukan. Dengan kelembutannya, Khalifah Abu Bakar as-Siddiq dapat menginssafkan orang-orang yang terbujuk berbuat makar. Sementara itu, orang-orang yang bersikap merongrong dihadapi secara tegas oleh Khalifah Abu Bakar as-Siddiq. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, situasi negara lebih aman. Dalam kondisi itu, perlu pemimpin yang mempunyai karakter seperti Umar bin Khattab, yaitu cerdas, tegas, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Kecerdasan Umar bin Khattab sangat diperlukan untuk membangun dasar-dasar kemasyarakatan yang Islami. 117 Situasi negara pada masa Khalifah Usman bin Affan benar-benar sudah aman. Kemakmuran sudah tercapai disegenap lapisan masyrakat. Dalam kondisi seperti itu, karakter pemimpin yang saleh, penyantun, dan sabar sanagat diperlukan. Dengan karakter seperti Khalifah Usman bin Affan tersebut, kemakmuran rakyat dapat tercapai, baik jasmani maupun rohani. Pada masa peralihan kekuasaan dari Khalifah Usman bin Affan kepada Khalifah Ali bin Abi Talib, kekacauan kembali tejadi. Dalam kondisi negara seperti itu, karakter pemimpin yang tegas dan mengutamakan kebenaran sangat diperlukan. Khalifah O. Metode Pembelajaran
Gayakepemimpinan khulafaur rasyidin gaya kepemimpinan empat sahabat utama rasulullah saw. Berikut ini gaya kepemimpinan khulafaur rasyidin. Dalam pembahasan kitab al ibanah an ushul ad diyanah karya syaikh imam abul hasan ali bin ismail al asy ari rahimahullah atau terkenal dengan sebutan imam abul hasan al asy ari rahimahullah kajian ini

ï»ż- Khulafaur Rasyidin adalah kekhalifahan pertama yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 masehi. Khulafaur Rasyidin berjumlah empat khalifah, yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Pada masa kepemimpinannya, Khulafaur Rasyidin memberi kontribusi besar dalam peradaban khalifah yang berkuasa selalu menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kepemimpinannya dan mereka dikenal mempunyai perilaku terpuji yang patut diteladani umatnya. Pada masa kejayaannya, Kekhalifahan Rasyidin membentang dari Jazirah Arab, Levant, Kaukasus, sebagian Afrika Utara, dataran tinggi Iran, dan Asia Tengah. Baca juga Kekhalifahan Bani Umayyah Masa Keemasan dan Akhir KekuasaanPengertian Khulafaur Rasyidin Khulafaur Rasyidin berasal dari dua kata, khulafah dan ar-rasyidin. Khulafah adalah bentuk jamak dari khalifah, yang artinya pengganti, pemimpin, atau penguasa yang diangkat setelah Nabi Muhammad untuk melanjutkan tugas beliau sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan, tetapi bukan sebagai nabi atau rasul. Sedangkan ar-rasyidin adalah bentuk jamak dari ar-rasyid yang artinya orang yang mendapat petunjuk. Jadi menurut bahasa, Khulafaur Rasyidin adalah orang yang ditunjuk sebagai pengganti, pemimpin, atau penguasa yang selalu mendapat petunjuk dari Allah. Sejarah Khulafaur Rasyidin Setelah Nabi Muhammad wafat, umat muslim sempat mengalami kebingungan karena beliau tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikanya sebagai pemimpin umat Islam.

Sebagaimanadiketahui bahwa Muhammad saw selain sebagai Nabi dan Rasul juga sebagai Imam, Penguasa, Panglima Perang, dan lain sebagainya.1 Khulafaur Rasyidin merupakan pemimpin umat Islam dari kalangan sahabat pasca Nabi wafat. Mereka merupakan pemimpin yang dipilih langsung oleh para sahabat melalui mekanisme yang demokratis. Membahas tentang sejarah kejayaan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw pada masa awal tidak bisa lepas dari salah satu perjuangan para pemimpinan Islam di era setelahnya, atau yang lebih masyhur dengan sebutan Khulafaur Rasyidin. Pada masa ini merupakan masa paling cemerlang dalam sejarah kaum muslimin setelah masa Rasulullah. Para khulafaur rasyidin merupakan pemegang estafet kepemimpinan Islam untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah. Oleh karena itu, tidak etis jika membahas masa keemasan Islam di masa awal namun tidak menyinggung pimpinan kaum muslimin pada masa itu. Adapun tokoh-tokoh pimpinan kaum muslimin yang memiliki gelar Khulafaur Rasyidin adalah, Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali, dan Umar bin Abdul Aziz, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya, Sullam al-Munajah Syarah Safinatis Shalat. Para khulafaur rasyidin menjadi pimpinan-pimpinan yang sangat adil, dan bijaksana, sebagaimana sosok yang menjadi teladan bagi mereka, yaitu Rasulullah. Mereka mewakili nabi dalam mewujudkan keadilan, menyebarluaskan kebajikan dan kasih sayang, serta ucapan dan perbuatannya tidak pernah menyimpang dari ajaran suci yang dibawa olehnya. Era itulah yang menjadi parameter dalam mengukur sejauh mana lurusnya penguasa setelah Rasulullah. Nah, dalam hal ini, penulis akan menjelaskan biografi masa kepemimpinan khulafaur rasyidin setelah Rasulullah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten wafat 1316 H dalam kitab Sullam al-Munajah Syarah Safinatis Shalat, cetakan Darul Kutub al-Wasathiyah, halaman 5-6, sebagai berikut Abu Bakar As-Shiddiq Setelah Rasulullah wafat, sahabat Abu Bakar yang sekaligus mertuanya ditunjuk oleh para sahabat sebagai penggantinya untuk memegang kendali umat Islam, sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan menantunya itu. Ia merupakan khulafaur rasyidin pertama yang menjadi pimpinan umat Islam setelah Rasulullah. Sosok yang santun, adil, penyayang, dan bijaksana dalam dirinya, merupakan representasi dari apa yang ia lihat dari Rasulullah dalam memimpin umat Islam. Oleh karena itu, para sahabat sepakat untuk menunjuknya sebagai pimpinan umat Islam saat itu. Menurut Syekh Nawawi Banten, Abu Bakar menjadi pimpinan umat Islam selama dua tahun setengah. Saat itu, ia tidak hanya memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran Islam, namun juga memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan kaum muslimin yang sudah keluar dari ajaran Islam murtad pasca-meninggalnya Rasulullah. Setelah genap memimpin umat Islam selamat dua tahun setengah. Ia wafat di usia 63 tahun. Ia meninggalkan umat Islam pada malam Selasa tanggal 23 Jumadil Akhir, antara waktu Maghrib dan Isya, kemudian dimakamkan di Madinah berdekatan dengan makam Rasulullah. Adapun penyebab wafatnya, sebagaimana disebutkan oleh Syekh Nawawi, yaitu disebabkan sedih yang terus menerus karena ditinggal oleh Rasulullah. Umar bin Khattab Setelah sahabat Abu Bakar wafat, Sayyidina Umar merupakan satu-satunya sahabat yang dipilih untuk melanjutkan perjuangan sahabat dekatnya itu. Sikapnya yang tegas dalam berdakwah, dan bijaksana dalam menyebarkan ajaran Islam menjadi salah satu alasan di balik terpilihnya Umar untuk menjadi pimpinan kaum muslimin. Umar bin Khattab merupakan khulafaur rasyidin kedua setelah sahabat Abu Bakar. Ia menjadi pimpinan umat Islam selama sepuluh bulan dan lima hari. Dalam catatan sejarahnya, ia mampu menyebarkan ajaran Islam dengan sangat luas sekalipun dengan tempo yang sangat singkat selama menjadi pemimpin. Sayyidina Umar wafat di usia 63 tahun, sebagaimana usia sahabat Abu Bakar. Ia meninggalkan umat Islam pada hari Rabu tanggal 27 bulan Dzulhijah, setelah dibunuh oleh Abu Lu’luk al-Mughirah Fairuz, saat sedang melakukan shalat Subuh, kemudian dimakamkan di Madinah berdekatan dengan makam Rasulullah dan Abu Bakar. Utsman bin Affan Sayyidina Utsman bin Affan merupakan piminan umat Islam ketiga dalam sejarah khulafaur rasyidin setelah masa kepemiminan Sayyidina Umar. Ia memimpin kaum muslimin dengan tempo yang tidak sedikit, yaitu selama dua belas tahun kurang dua belas hari. Selama menjadi pemimpin umat Islam, ia telah berhasil menaklukkan berbagai kerajaan-kerajaan yang menentang terhadap ajaran yang ia dakwahkan. Terbukti, pada masa kepemimpinannya itu, ia telah berhasil menyebarkan ajaran Islam hingga kota Mesir. Tepat di masa keemasan pimpinannya itu, Utsman bin Affan pergi meninggalkan umat Islam di usia 88 tahun. Ia wafat karena dibunuh oleh penduduk Mesir dan orang-orang Khawarij setelah melaksanakan shalat Ashar, tepat pada hari Rabu tanggal 18 Dzulhijjah, kemudian dimakamkan di Makbarah Baqi’ di Madinah. Ali bin Abi Thalib “Saya Rasulullah adalah gudangnya ilmu, dan Ali adalah pintunya ilmu.” Demikian salah satu hadits populer perihal kelebihan Sayyidina Ali dari sahabat yang lainnya. Ia menjadi sahabat pertama yang masuk Islam dari kalangan anak kecil, sekaligus menjadi suami dari putri Rasulullah, Sayyidah Fatimah az-Zahra. Ali bin Abi Thalib merupakan khulafaur rasyidin keempat setelah wafatnya Utsman bin Affan. Ia dipercaya untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah dan para pimpinan Islam sebelumnya. Pada masa kepemimpinannya, ia berhasil menyebarkan ajaran Islam melebihi jangkauan khulafaur rasyidin sebelumnya. Selama bertugas, ia tidak hanya menyebarkan ajaran Islam, namun menyejahterakan rakyatnya, berlaku sangat adil dan bijaksana, sebagaimana pimpinan-pimpinan sebelumnya. Namun, dalam masa kepemimpinannya tersebut dikenal dengan istilah masa tersulit jika dibanding dengan masa-masa sebelumnya. Sebab, pada masa itu terjadi perang saudara antara umat Islam pasca wafatnya Sayyidina Utsman. Kendati demikian, ia tetap memiliki sejarah yang luar biasa dalam mengatasi semua itu. Tepat di masa kepemimpinannya yang sudah mencapai 5 tahun, ia meninggalkan umat Islam setelah dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam di usia 65 tahun. Pembunuhan tersebut terjadi malam Jumat 17 Ramadhan tahun 40 H, kemudian dimakamkan di Kufah. Hasan bin Ali Setelah ayahnya, Sayyidina Ali wafat karena dibunuh, Sayyidina Hasan sebagai anaknya mengambil alih kepemimpinannya. Ia melanjutkan perjuangan ayahnya dalam menyebarkan ajaran Islam, dengan mengambil alih estafet kepemimpinannya di Kufah. Di masa kepemimpinan Sayyidina Hasan, system yang ia terapkan tidak jauh beda dengan apa yang diterapkan oleh ayahnya. Hanya saja, ia menjadi pimpinan umat Islam dengan tempo yang tidak terlalu lama, yaitu 6 bulan kurang satu hari. Kendati waktu yang singkat, ia berhasil dalam mengemban amanah beratnya itu. Ia merupakan sosok yang sangat tegas dan bijaksana. Keadaan politik yang memanas saat itu berhasil ia kendalikan dengan baik. Syekh Nawawi mengatakan bahwa pada bulan Muharram ia jatuh sakit, kemudian beberapa hari setelah itu, tepatnya di pertengahan bulan Muharram ia wafat, kemudian dimakamkan di Baqi’, Madinah. Umar bin Abdul Aziz Salah satu pimpinan yang masuk dalam daftar khulafaur rasyidin menurut sebagian ulama adalah khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ia merupakan sosok pemimpin yang sangat amanah dan jujur dengan apa yang menjadi kewajibannya. Khalifah Abdul Aziz menjadi pimpinan umat Islam selama dua tahun dan lima bulan. Kemudian ia sakit dan wafat pada bulan Rajab tanggal 21. Ia wafat di usianya yang masih muda, yaitu 3 tahun lebih enam bulan, kemudian dimakamkan di Damaskus. Demikian biografi singkat khulafaur rasyidin dan masa kepemimpinannya dalam memperjuangkan ajaran Islam. Semoga bermanfaat. Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan, Kokop, Bangkalan, Jawa Timur.
AbuBakar, menjadi satu di antara nama-nama khulafur rasyidin, dan merupakan seorang terpelajar dan dipercayai dapat menafsirkan mimpi seseorang. Tidak hanya itu, beliau juga dikenal sebagai sosok yang dermawan, rendah hati dan penyabar. Maka sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk meneladani beliau. 2.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. 1. Abu bakar ash-Shiddiq 11-13 H / 632-634 MAbu Bakar diangkat sebagai Khalifah dibalai pertemuan Bani Saidah melalui pemilihan musyawarah terbuka, terutama oleh lima tokoh yaitu Abu Bakar, Umar bin khaththab, Abu Ubaidah bin Jarrah, Basyir bin Saad dan Aqsid bin khudair yang mewakili semua golongan utama Islam, yaitu Muhajirin, Anshor suku Aus dan Khazaraz. Meskipun dalam keadaan mendesak, banyak tokoh masyarakat lain yang tidak diajak musyawarah sistem suksesi pada masa Abu Bakar adalah berdasarkan musyawarah. Ini adalah salah satu embrio demokrasi dalam kepemimpinan Umar bin Khaththab 12-23 H / 634-644 MSetelah Abu Bakar menyelesaikan tugas kekhalifahannya selama dua tahun, beliau lalu wafat. Sebelum Abu Bakar wafat, beliau sempat berwasiat dengan menunjuk penggantinya, sesudah bermusyawarah dengan kaum muslimin. Kebetulan yang ditunjuk pada saat itu adalah Umar bin Khaththab, maka akhirnya sepeninggal Abu Bakar Kekhalifahan itu digantikan oleh Umar bi Khaththab. Disaat Abu Bakar menunjuk sebagai penggantinya sebelum beliau wafat, rupanya beliau merasa trauma sewaktu ditinggal oleh Nabi, yakni sempat terjadi perselisihan yang cukup tajam dikalangan kaum muslimin, karena Nabi tidak menunjuk siapa calon penggantinya. Hal ini adalah yang disebut dengan sistem suksesi kepemimpinan dengan jalan wasiat oleh pendahulunya dan tidak melalui pemilihan pada pertemuan Ustman bin Affan 23-35 H / 644-656 MSetelah Umar wafat kerena ditikam oleh Abu lu’luah, maka estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Ustman bin Affan, yaitu dengan melalui sistem “ Dewan formatur ”yang terdiri dari lima dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar sebelum beliau wafat. Mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Ustman bin Affan, Saad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Abdullah bin umar bin perundingan dimulai, seoarang dari salah satu sahabat ada yang mengundurkan diri yaitu Abdurrahman bin Auf, dan yang lain enggan untuk mengundurkan itu juga sempat terjadi oksi saling dukung mendukung antara kelompok Ali dan kelompok Ustman. Namun akhirnya Ustman yang resmi terpilih menjadi khalifah untuk menggantikan Umar bin Khaththab. Pengangkatan tersebut adalah hasil dari musyawarah yang diselenggarakan oleh Dewan formatur yang telah dibentuk Ali bin Abi Thalib 35-40 H / 656-661 MSetelah Ustman bin Affan menyelesaikan tugas kepemimpinannya maka tongkat komando kepemimpinan islam waktu itu dipegang oleh Sayyidina Ali bin Abi Ali terpilih sebagagi Khalifah, dalam pidato pengukuhannya khalifah Ali menyatakan bahwa Allah telah menurunkan Al-qur’anyang menjelaskan hal-hal yang baik dan meninggalkan yang buruk. Beliau juga menegaskan bahwa perlindungan Allah adalah perlindungan atas umat Islam. Adalah haram hukumnya melukai, merugikan sesama muslim tanpa alasan yang dibenarkan hukum. Tidaklah mengherankan jika kemudian diakhir kepemimpinan Ali, sempat terjadi konflik-konflik, seperti perang Jamal antara Ali dan Aisyah, perang shffin antara Ali dengan Mu’awiyah,yang membelot sampai terjadinya Tahkim Arbitrase masing-masing pihak memilih seorang hakim pada tahun 34 H untuk mengatasi konflik karena kelicikan Amr bin Ash wakil dari kubu Mu’awiyah, dalam Tahkim tersebut diputuskanlah bahwa Ali dihentikan jabatannya sebagai khalifah, dan diangkatlah Mu’awiyah sebagai pengganti. Sejak itu pula sistem pergantian kepemimpinan yang bersifat demokrasi berubah menjadi yang monarki atau turun Kebijakan dan Prestasi1. Abu Bakar Ash-Shidddiqa. Keberhasilan mengusai wilayah Palestina, Yordania, dan Syiria, pasukan muslim terus menyebarkan Dakwah Islamnya. b. Berhasil menghalau gerakan riddah, serta berhasil memperluas wilayah Islam ke luar Jazirah Pengumpulan lembaran shuhuf ayat-ayat suci Al-qur’ berupa kulit kayu, tulang-belulang dan ada juga yang berupa tulisan di atas Umar bin Khaththaba. Penaklukan wilayah Romawi, yaitu Damaskus, Syiria Utara, Darussalam, Parsi, dan Membentuk beberapa Lembaga pemerintah diantaranya di Bidang Ekonomi seperti Mendirikan Baitul Mal, Mendirikan Departement keuangan dan Pajak, Menetapkan Anggaran penerimaan dan pengeluaran Lembaga Bidang Sosial; Mendirikan Departemen Pendidikan, Kehakiman, Menunjuk Qadhi sebaagai ketua peradilan,Menetapkan Kalender Lembaga Bidang Keamanan; Membentuk Angkatan perang yang tetap dan teratur, membagi wilayah kekuasaan Ustman bin Affana. Memperluas wilayah Islam mulai dari benua Asia yang meliputi Thabaristan, wilayah serbang sungai Jihun, Harah, Kabul, Turkistan, dan Armenia; benua Afrika meliputi Barqah, Tripoli Barat, dan Nubah; serta benua Eropa meliputi Pulau Cyprus dan Constatinopel. Serta memperkuatkan pasukan muslimin angkatan Pembukuan dan penggandaan mushaf Al-qur’an yang sebelumnya masih berupa shuhuf yang disimpan di rumah Ummul Mukminin Hafshah, sehingga kaum Muslimin mengenalnya dengan Mushaf Masjid Nabawi di Madinah Ali bin Abi Thaliba. Menerbitkan penggunaan fasilitas pemerintahan oleh pejabat Pengembangan Ilmu pengetahuan dan Mengembangkan kajian Bahasa Arab menjadi sebuah kajian Ilmu yang Merumuskan kaidah-kaidah Bahasa Arab yang sekarang lebih dikenal dengan Nahwu, dengan tujuan untuk mempermudah memahami bahasa arab yang menjadi bahasa Al-qur’an dan Karakteristik Kepemimpinan Khulafa’ Ar-RasyidunKhulafaur Rasyidin terdiri dari empat sahabat Nabi Muhammad , mempunyai karakter yang berbeda-beda berikut uraian secara singkatnya mengenai karakter kepemimpinan Abu Bakar Ash-ShiddiqKholifah Abi Bakar as Shidiq mempunyai karakter yang lemah lembut dan tegas. Dalam suasana yang kacau pemimpin yang berkarakter seperti Kholifah Abu Bakar as Shidiq sangat diperlukan. Dengan kelembutannya, dapat menginsafkan orang-orang terbujuk berbuat makar. Sementara orang-orang yang bersikap merongrong dihadapi secara tegas oleh Abu Bakar as memimpin karakter yang dipakai Abu Bakar adalah bersifat sentralistik, dimana kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif berada ditangan Khalifah. Meskipun demikian, Abu Bakar tetap mengajak bermusyawarah dengan para sahabat lain, sebagaimana yang dulu pernah dipraktekkan oleh Rasulullah Kepemimpinan Umar bin KhaththabKholifah Umar bin Khattab, mempunyai karakter Cerdas, tegas danmengutamakan kepentingan rakyat. Kecerdasannya Umar bin Khattab sangat diperlukan untuk membangun dasar-dasar kemasyarakatan yang islami. Beliau juga merupakan tipe yang demokratis dan inlusif, ia mau dikritik dan mau mendengar saran dari orang lain. Hubungan antara penguasa dan rakyat juga sangat demokratis, bersifat transparan,adaptis dan dinamis. Manajemen seperti itu rupanya menjadi salah satu faktor internal keberhasilan kepemimpinan Kepemimpinan Ustman bin AffanUsman bin Affan . Masa Usman bin Affan situasi sudah aman. Kemakmuran sudah tercapai di segenap lapisan masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, karakter pemimpin yang shaleh, penyantun dan sabar sangat diperlukan. Dengan karakter seperti Kholifah Usman bin Affan kemakmuran rakyat tercapai, baik jasmani maupun rohani. Beliau juga dikenal sebagai orang yang familier dan humanis. Namun kemudian karakter yang seperti itu malah berdampak kurang baik, yaitu munculnya nepotisme dalam kepemimpinan Ustman kemudian banyak pejabat-pejabat negara dam kerabatnya sendiri dan kurang mengakomodir pejabat diluar kerabat yang kemudian menyebabkan munculnya kerusuhan, kecemburuan,dan pergolakan Kepemimpinan Ali bin Abi ThalibSayyidina Alidikenal sebagai khalifah yang pemberani, cerdas, pandai berperang dan pandai menulis. Beliau juga seorang orator bin Abi Thalib. Sebagai masa peralihan dari Kholifah Usman bin Affan ke Kholifah Ali bin Abi Thalib , kekacauan kembali terjadi. Dalam kondisi negara seperti itu, karakter pemimpin yang tegas dan mengutamakan kebenaran sangat diperlukan. Khalifah Ali bin Abi Thalib mempunyai karakter yang tepat. Ketegasan Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam membela kebenaran mirip dengan Khalifah Umar bin Khattab. Ali adalah tipe orang yang suka berterus tidak takut kepada celaan siapapun yang menjalankan kebenaran, meskipun hal tersebut beresiko bagi sebab itu, setelah diangkat menjadi khalifah, Ali mengambil langkah-langkah tegas 1 memecat kepala-kepala daerah yang diangkat oleh ustman dan dikirmlah kepala yang baru untuk menggantinya, 2 menggambil kembali tanah-tanah yang dibagi-bagikan Ustman kepada kerabatnya tanpa jalan yang sah. Demikian juga hibah atau pemberian Ustman kepada siapapun yang tidak beralasan diambil kembali oleh Ali untuk di kembalikan kepada negara. E. KesimpulanKholifah Abi Bakar as Shidiq mempunyai karakter yang lemah lembut dan tegas. Dalam suasana yang kacau pemimpin yang berkarakter seperti Kholifah Abu Bakar as Shidiq sangat diperlukan. Dengan kelembutannya, dapat menginsafkan orang-orang terbujuk berbuat makar. Sementara orang-orang yang bersikap merongrong dihadapi secara tegas oleh Abu Bakar as Umar bin Khattab ,mempunyai karakter Cerdas, tegas dan mengutamakan kepentingan rakyat. Kecerdasannya Umar bin Khattab sangat diperlukan untuk membangun dasar-dasar kemasyarakatan yang bin Affan . Masa Usman bin Affan situasi sudah aman. Kemakmuran sudah tercapai di segenap lapisan masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, karakter pemimpin yang shaleh, penyantun dan sabar sangat diperlukan. Dengan karakter seperti Kholifah Usman bin Affan kemakmuran rakyat tercapai, baik jasmani maupun bin Abi Thalib. Sebagai masa peralihan dari Kholifah Usman bin Affan ke Kholifah Ali bin Abi Thalib, kekacauan kembali terjadi. Dalam kondisi negara seperti itu, karakter pemimpin yang tegas dan mengutamakan kebenaran sangat diperlukan. Ketegasan Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam membela kebenaran mirip dengan Khalifah Umar bin PUSTAKAMunawir Sjadzali, Islam dan Tata Negara; Ajaran Sejarah pemikiran, Jakarta UI Press1993.Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta; Pustaka al-Husna 1990.M. Mumtahin Balya Hulaimi, Sejarah Kebudayaan Islam, Cet; 1Jakarta; Friska Agung Insani .Badri Yatim, Sejarah Peradapan Zainuddin, Studi Kepemimpinan Islam Telaah Normatif dan Historis, Putra Mediatama Press.[1] Munawir Sjadzali, Islam dan Tata Negara; Ajaran Sejarah pemikiran, Jakarta UI Press1993, [2] Ibid, hlm. 29 [3] Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta; Pustaka al-Husna 1990, hlm. 304.[4] M. Mumtahin Balya Hulaimi, Sejarah Kebudayaan Islam, Cet; 1Jakarta; Friska Agung Insani , Ibid, Badri Yatim, Sejarah Peradapan Islam, [7] Muhadi Zainuddin, Studi Kepemimpinan Islam Telaah Normatif dan Historis, PutraMediatama Press, Ibid, Lihat Catatan Selengkapnya
KepemimpinanKhulafaur Rasyidin merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Kitab Al-Ibanah 'an Ushul ad-Diyanah karya Syaikh Imam Abul Hasan Ali bin Ismail al-Asy'ari rahimahullah atau terkenal dengan sebutan Imam Abul Hasan al-Asy'ari rahimahullah.Kajian ini disampaikan pada 9 Ramadhan 1439 H/ 25 Mei 2018 M.
- Khulafaur Rasyidin adalah kekhalifahan Islam yang berdiri setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M atau 11 Hijriyah. Dikutip dari Khulafaur Rasyidin 2019, Khulafaur Rasyidin berasal dari kata khulafah dan ar-rasyidin. Khulafah adalah bentuk jamak dari kata khalifah yang berarti pengganti, pemimpin, atau penguasa yang ar-rasyidin adalah bentuk jamak dari ar-rasyid yang berarti orang yang mendapat petunjuk. Khulafaur Rasyidin memegang kendali pemerintahan Islam selama 30 tahun dari 11 H hingga 40 H atau 632-660 M. Baca juga Nama dan Gelar Khulafaur RasyidinTugas Khulafaur Rasyidin Ada empat Khulafaur Rasyidin. Mereka adalah sahabat-sahabat nabi yang dipilih karena kepantasan dan kelebihannya. Mereka menggatikan Rasulullah kecuali dalam tugas kenabian. Ini tertuang di QS Al-Ahzab 3340 yang artinya "Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu." Tugas Khulafaur Rasyidin sebagai pemimpin yakni Melanjutkan dakwah dan ajaran Rasulullah Membina, mengatur, dan mengarahkan umat Islam sesuai dengan Al-Quran dan sunnah Melanjutkan pemerintahan yang telah dibangun Rasulullah Memerangi kaum murtad yang merusak ajaran agama Memperluas wilayah kekuasaan Islam Mengembangkan ajaran Islam kepada yang belum mengenalnya Di antara orang-orang yang diperangi Khulafaur Rasyidin yakni
kepemimpinandan gaya kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, khususnya ketika pengangkatan Abu Bakar ash-Shiddiq menjadi khalifah pada saat tersebut ternyata berbeda-beda bahkan menimbulkan priksi pada saat itu. Perbedaan tersebut nampak sekali sebagai berikut: Dalam pergantian kepemimpinan setelah Rasulullah Muhammad Saw
Kaligrafi Khulafaur Rasyidin di Hagia SophiaBelt93 CC BY-NC-SA Empat khalifah pertama dalam masa kepemimpinan Islam – Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali disebut dengan Khulafaur Rasyidin 632-661 M oleh Muslim Sunni. Masa pemerintahan ini dimulai dari kematian Nabi Muhammad pada 632 M, saat Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah atau penerus Nabi, namun bukan mewariskan kenabian menurut umat muslim, Muhammad adalah nabi terakhir, dan berakhir saat pembunuhan Khalifah Ali pada 661 M. Di masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin, pasukan Islam bersatu di Jazirah Arab atas nama panji-panji agama dan menaklukan sebagian besar Kerajaan Byzantium 330-1453 M dan seluruh Kekaisaran Sasani Persia Baru 224-651 M. Penaklukan cepat dan permanen ini berhenti pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin terakhir, Ali, yang sebagian besar masa pemerintahannya dihabiskan dengan perang saudara. Ali dianggap sebagai satu-satunya pewaris sah Muhammad oleh Muslim Syiah. Khulafaur Rasyidin mengenalkan sistem administrasi inovatif, yang walaupun tidak berhasil menaklukan otoritas, sistem ini kemudian digunakan dan diadaptasi oleh para pemimpin-pemimpin negara selanjutnya hingga 1924 M. Khalifah Abu Bakar 632-634 M Kematian Nabi Muhammad pada 632 M adalah tragedi bagi para pengikutnya, bahkan beberapa menolak kebenaran berita kematian ini. Muhammad mengaku telah menerima wahyu ketuhanan, sehingga kepergiannya membuat pengikutnya khawatir tidak bisa dibimbing oleh keimanan lagi. Beberapa masalah muncul karena Muhammad tidak memilih langsung penggantinya dan tidak memiliki keturunan untuk menggantikannya. Tidak lama setelah kematiannya, banyak suku Arab yang menyatakan bahwa perjanjian dengan Muhammad adalah urusan pribadi dan mereka terlepas dari islam hal ini disebut dengan Ridda – berarti 'murtad' dalam bahasa Arab. Lebih buruknya, banyak orang yang mulai mengaku sebagai nabi. Selama hidupnya, Muhammad telah menjelaskan kepada pengikutnya bahwa ia adalah nabi terakhir dan siapapun yang mengaku sebagai nabi setelahnya adalah pendusta di mata umat Muslim. Abu Bakar 573-634 M mendapatkan dukungan dari mayoritas Muslim Muslim Sunni dan menjadi Khalifah–yang artinya penerus nabi. Abu Bakar 573-634 M, seorang sahabat Muhammad dan laki-laki pertama yang masuk islam ia diberi julukan Siddique – artinya dipercaya, mendapatkan dukungan dari mayoritas Muslim Muslim Sunni dan menjadi Khalifah–yang artinya penerus nabi. Penetapannya bukan tanpa penolakan, ada beberapa kelompok muslim yang disebut Shia't Ali pihak Ali mengajukan Ali sebagai kandidat sah sebagai Khalifah, tapi pada akhirnya posisi Abu Bakar ditetapkan. Para pelaku murtad dan nabi palsu menjadi ancaman bagi Islam pada saat itu, yang paling terkenal salah satunya adalah Musailamah m. Desember 632 M, disebut dengan "Si Pendusta" oleh umat islam. Jazirah Arab terpecah lagi, dan jika kelompok-kelompok ini bergabung dan melawan sebuah persatuan – Madinah dan Mekah, kepemimpinan Islam bisa hancur. Abu Bakar berbakat sebagai pemimpin; ia mengumpulkan umat beriman yang mampu untuk mempersiapkan diri untuk Jihad Perang suci. Ia tahu walaupun jumlah musuhnya jauh lebih banyak, mereka sebenarnya tercerai-berai, dan ia menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Abu bakar membagi pasukan Muslim menjadi beberapa kelompok dan mengirimkan ke setiap bagian Jazirah Arab untuk ditaklukan – peperangan ini kemudian dikenal sebagai Perang Riddah 632-633 M. Jendral yang paling dikenal di masa ini adalah Khalid bin Al Walid l. 585-642 M, yang pasukannya, walaupun kalah jumlah, mampu menaklukan kekuatan Musailamah di Pertempuran Yamamah Des 632 M, dimana Musailamah terbunuh. Kaligrafi Abu BakarPetermaleh CC BY-SA Di akhir Perang Riddah, seluruh Jazirah Arab berada di bawah kekuasaan Islam, Abu bakar diberi julukan "Pencetus Islam Kedua" menurut sejarawan John Joseph Saunders. Abu Bakar tahu kebiasaan bangsa Arab yang suka balas dendam, dan suku-suku yang ditaklukan akan segera melakukannya cepat atau lambat. Abu Bakar langsung menetapkan tujuan selanjutnya negara tetangga Syria dan Irak–yang pada saat itu masing-masing berada di bawah kekuasaan Bizantium dan Sasaniyah. Kedua kekaisaran ini sudah hampir kolaps karena sedang dalam masa peperangan, dan Abu Bakar menggunakan kesempatan ini untuk menyerang– dan Ia berhasil walaupun mungkin hal ini tidak diperhitungkannya. Abu Bakar mengirim pasukan menuju kedua provinsi untuk meluaskan wilayah di pemukiman suku-suku Arab yang membenci aturan negara mereka karena pajak yang tinggi untuk biaya perang yang tiada henti. Sejarawan J. J. Saunders menulis di bukunya A History of Medieval Islam tentang pidato Abu Bakar di depan pasukannya Dalam pidato kepada pasukannya yang setia, Abu Bakar meminta mereka untuk tidak menyakiti wanita, anak-anak, dan orangtua, tidak menjarah dan menghancurkan kebun, pepohonan, kawanan ternak, dan mengamankan pendeta-pendeta kristen dan semacamnya apabila mereka bertemu. 43-44 Khalid dikirim ke Irak dan memenangkan perang, dengan catatan pembunuhan brutal terhadap tawanan perang. Sementara itu, pertempuran di Syria juga dimenangkan. Penguasa Bizantium, Heraklius 610-641 M kemudian mencium maksud penyerangan ini dan mempersiapkan perlawanan di bawah perintah keponakan laki-lakinya, Theodore, karena ia sedang sakit. Mengetahui ini, Abu Bakar memerintah Khalid untuk meninggalkan Irak dan pindah ke Syria. Penaklukan Irak oleh Khalid bin Al-WalidMohammad Adil GNU FDL Khalid menunjukkan keahlian militernya, ia memilih tentara-tentara terbaik dan memaksa unta-unta minum air dalam jumlah yang sangat banyak, kemudian melakukan perjalanan ke Syria yang tandus dan kering – satu unta dibunuh setiap harinya untuk diminum airnya. Sampai di Syria, Khalid menaklukan wilayah Bizantium dan bersatu dengan kekuatan muslim untuk mengalahkan pasukan Bizantium di pertempuran Ajnadayn 634 M – kejadian ini memperkuat posisi Muslim di wilayah ini. Abu Bakar meninggal tidak lama setelahnya. Khalifah Umar 634-644 M Abu Bakar didukung oleh banyak tokoh, seperti Umar bin Khattab 584-644 M, seorang sahabat Muhammad, yang terkenal dengan sifatnya yang keras dan kegigihannya dalam menegakkan keadilan. Abu Bakar memilih Umar sebagai penerusnya, dan setelah kematiannya, Umar pun dipilih menjadi khalifah selanjutnya, Ia diberi julukan "panglima yang setia". Umar melanjutkan operasi militer Abu Bakar dan membawakan dua kemenangan besar di masa Kekhalifahan. Pasukan Muslim 595-674 M melawan Sasaniyah di pertempuran Al Qadisiyyah di bawah perintah Sa'ad bin abi Waqas; hasilnya Irak berada di bawah kekuasaan Muslim dan sisa wilayah Kerajaan Sasaniyah ditaklukan kemudian. Serangan Khalid bin Al-Walid menghancurkan pasukan Bizantium di pertempuran Yarmuk – pasukan ini awalnya dikomando seorang senior bernama Abu Ubaidah 583-639 M, namun kemudian diambil alih oleh Khalid, dan Levant kemudian dikuasai oleh Rasyidin. Penaklukan Syria oleh Khalid bin Al-WalidMohammad adil GNU FDL Kota Jerusalem menyerah tanpa syarat kepada Umar pada 638 M Umar mengunjungi Levant dan Syria untuk mengatur beberapa urusan domestik. Umar juga mencabut jabatan Khalid sebagai jendral setelah kemenangannya, sebuah tindakan yang diprotes besar-besaran. Sebagian masyarakat berasumsi Umar memiliki masalah pribadi dengan Khalid, beberapa yang lain menganggap Khalid terlalu kejam banyak kontroversi tentang Khalid dan Umar yang menjunjung keadilan tidak siap untuk mengatasi tindakannya. Jika alasannya adalah yang kedua, Umar mungkin ragu untuk mengeksekusi jendral tersebut yang bisa dilakukan dengan mudah karena kemenangan yang Khalid buat di medan perang. Bagaimanapun, Umar jelas lebih memilih Abu Ubaidah sebagai calon penerusnya, namun Abu Ubaidah meninggal karena wabah di Syria dan Levant pada 639 M. Selama sepuluh tahun masa kepemimpinannya, Umar mempertahankan pemerintahannya dengan sangat kuat. Hingga saat ini, Umar dikenal sebagai khalifah yang paling terkenal. Sejarawan J. J. Sauders menyebutnya "Pencetus Kekuasaan Islam yang sebenarnya". Umar mengenalkan diwan, birokrasi primitif yang mengatur gaji dan pensiun tentara. Umar juga menjaga masyarakat lokal yang wilayahnya baru dikuasai dari penjarahan pasukan tentara dengan memisahkan tempat tinggal pasukan di wilayah khusus seperti Fustat di Mesir; dan Kufa serta Basra di Irak. Ia juga membuat banyak perubahan dan membuat institusi yang sebelumnya belum pernah ada di bangsa Arab, seperti polisi, pengadilan, dan parlemen. Umar mengenalkan kalendar Islam, yang dimulai dari tahun heigra – 0 SH / Nol "Setelah Hijrah", yaitu perjalanan Nabi dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Mata uang era Khulafaur RasyidinCNG Coins GNU FDL Umar dikenal karena kesalehan dan kecintaannya pada keadilan, yang membuatnya dijuluki Faruq pembeda kebenaran dan kebatilan. Salah satu kisah di masa kepemimpinan Umar adalah ketika anaknya dituduh melakukan zina, saksinya adalah wanita yang mengaku menjadi pendampingnya pada saat itu. Umar memerintah anaknya untuk dicambuk, dan anaknya yang tidak sanggup menahan rasa sakit cambukan kemudian meninggal. Tak lama tuduhan ini terbukti salah, Umar merasa hancur tapi tidak melakukan balas dendam atas nama anaknya. Setelah kematian Abu Ubaidah, ia menunjuk Muawiyah 602-680 M sebagai gubernur baru Syria di tahun 639 M, keturunannya kemudian, Umayya, menggantikan status khalifah pada 661 M. Umar dibunuh dengan alasan balas dendam oleh seorang budak Persia bernama Lu'lu pada 634 M, yang terpuruk karena kekalahan Persia sebelumnya. Khalifah Usman 644-656 M Di akhir hayatnya, Umar menunjuk enam panitia syura – dalam bahasa Arab untuk memilih penerusnya; mereka lalu memilih antara dua pilihan Usman bin Affan 579-656 M dan Ali bin Abi Thalib 601-661 M. Pada akhirnya, Usman dipilih menjadi penerus. Ia berasal dari keluarga bangsawan Umayya dan seorang sahabat Muhammad ia menikahi dua anak nabi, dan diberi julukan Ghani, "Dermawan", karena banyak bersedekah. Usman dituduh melakukan nepotisme karena memberikan posisi penting kepada salah satu keluarga Umayya dan pencemaran agama. Di masa pemerintahan Usman, seluruh wilayah Mesir bersatu, beberapa wilayah Persia ditaklukan, dan Bizantium gagal mengambil alih tanah mereka lagi, ironisnya berkat bantuan rakyatnya sendiri kebanyakan monofisit yang lebih memilih berada di bawah pemerintahan umat Muslim karena pemimpin sebelumnya sangat opresif. Usman tidak sepopuler khalifah-khalifah sebelumnya, meskipun pencapaiannya mengagumkan. Harga-harga naik dan banyak isu sosio-ekonomi di masanya karena perang yang terus menerus, dan hal ini membuat rakyat marah. Ditambah, Usman dituduh melakukan nepotisme karena memberikan posisi penting kepada salah satu keluarga Umayya dan pencemaran agama terbukti salah setelah kematiannya. Karena kurang dikenal, ditambah penolakannya untuk melawan pemberontakan dengan kekuatan militer yang sebenarnya mudah dilakukan dengan alasan tidak ingin membunuh sesama muslim, kemudian berujung pada kematiannya. Peta Fitnah PertamaAl Ameer son CC BY-SA Khalifah Usman dibunuh di rumahnya sendiri, pada 656 M, oleh seorang tentara pemberontak dari wilayah pasukan Fustat Mesir. Ia sedang membaca Al-Qur'an saat dibunuh. Istrinya, Naila, berusaha menyelamatkannya tapi gagal sempat berusaha mencabut pedang yang menancap dengan tangan kosong tapi jarinya terluka. Secara politik Usman lemah, namun dia adalah orang yang jujur dan lembut. Sepupunya, Muawiyah, menawarkan perlindungan penuh di Syria, tapi Usman tidak ingin meninggalkan Madinah, tempat dimana Nabi memijakan kaki dan tinggal hingga kematiannya. Khalifah Ali 656-661 M Ali, yang menjadi bayang-bayang pendahulunya Ali menjadi penasihat pemerintahan pada saat itu, akhirnya menjadi khalifah selanjutnya, namun kesatuan Muslim telah mati bersama Usman. Muawiya, yang saat ini menjadi pemimpin suku Umayyah, ingin membalas dendam kematian Usman, namun Ali gagal mengadili kematian pendahulunya, akibatnya rakyat gelisah dan tidak stabil Ali ingin mengembalikan kesatuan terlebih dahulu. Tidak tahan dengan ketidakadilan, Muawiyah dengan beberapa tokoh muslim lainnya memulai pemberontakan; perang saudara pertama dalam islam – Fitnah Pertama 656-661 M dimulai. Pada 656 M, Ali menghadapi pasukan yang dipimpin Aisyah, istri termuda Nabi Muhammad, di Basra Irak. Walaupun ia memenangkan Perang Jamal dan tidak banyak yang bisa dilakukan di situasi tersebut, namanya tercoreng karena telah menumpahkan darah umat Muslim, hal yang tidak dilakukan oleh Usman. Penaklukan Islam pada abad 7-9Simeon Netchev CC BY-NC-SA Ali berkelana ke Syria, di tahun selanjutnya, ia bertarung melawan Muawiyah dalam Perang Shiffin, yang berujung jalan buntu. Muawiyah menolak kepemimpinan Ali dan didukung oleh Syria, Levant, dan Mesir. Ali membuat kontroversi dengan memindahkan ibu kota dari Madinah ke Kufah, wilayah militer di Irak. Ia gagal sebagai pemimpin; ekspansi kekuasaan dihentikan, dan umat Muslim saling membunuh. Di masa setelah kematianya, Ali dipuja oleh Islam Syiah, namun pada saat ini reputasinya semakin memburuk, bahkan beberapa meninggalkannya. Ketika Ali masih memimpin di Kufa, Muawiyah mendeklarasikan diri sebagai Khalifah di Jerusalem. Pemerintahan Islam punya dua khalifah dalam satu waktu. Keadaan ini berubah ketika Ali dibunuh oleh kelompok ekstrimis bernama Khawarij. Khawarij mulanya adalah pengikut Ali, tapi keputusan Ali untuk berdamai dengan Muawiyah membuat mereka marah. Ali membalas pengkhianatan Khawarij dengan menyerang mereka dengan kekuatan militer penuh. Kemudian kelompok ekstrimis ini merencanakan balas dendam. Mereka membunuh Khalifah ketika beliau memimpin jamaah sholat pada 661 M. Sebagai pemimpin, pencapaian Ali tidak banyak, namun Muslim Sunni dan Syiah sepakat bahwa Ali adalah orang baik dan Muslim yang taat. Pertimbangan-pertimbangan keliru secara fatal di masa pemerintahannya, namun sampai saat ini ia dihormati karena kesalehannya yang teguh, tutur katanya yang bijak, keberaniannya di medan perang, dan diberi julukan Asad Allah, "Singa Allah". Akhir Kaum Khawarij sempat melakukan usaha pembunuhan kepada Muawiyah, namun ia selamat. Muawiyah kemudian membangun Dinasti Umayyah 661-750 M. Kepemimpinan yang timpang di masa Khulafaur Rasyidin diperbaiki, dan Umayyah memimpin dengan tegas pemberontakan dimusnahkan sampai habis dan wilayah yang memberontak diawasi oleh gubernur yang keras namun setia. Para pemimpin Umayyah juga mengenalkan sistem pemerintahan Arab, pada masa ini, kekuatan islam berada di puncaknya. Di samping pencapaian politik dan militer yang tertutupi para penerusnya, Khulafaur Rasyidin tetap dihormati sebagai khalifah-khalifah terbaik sampai saat ini karena kesalehan mereka. Meskipun sistem pemerintahan saat itu tidak stabil, mereka menancapkan pondasi kekhalifahan islami yang bertahan hingga berabad-abad setelah kematian mereka.
\ngaya kepemimpinan khulafaur rasyidin
Berikutnama-nama Khulafaur Rasyidin beserta gelar dan sifat yang dapat diteladani, berdasarkan urutan masa kepemimpinannya. 1. Abu Bakar Ash Shiddiq. Khalifah pertama yakni Abu Bakar Ash Shiddiq (11-13 H / 632-634 M). Nama aslinya adalah Abdul Ka'bah. Kemudian Rasulullah SAW menggantinya dengan nama Abdullah.
Khulafaur Rasyidin – Khulafaur Rasyidin berasal dari kata khulafa dan ar-rasyidin. Kata khulafa merupakan bentuk jamak dari kata khalifah, yang berarti pengganti. Adapun kata ar-rasyidin berarti petunjuk. Khulafaur Rasyidin terdiri atas 4 sahabat utama Nabi Muhammad saw yaitu Abu Bakar as-shiddiq, Usman bin Affan, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abi Thalib. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai Pengertian, Gaya Kepemimpinan, dan Riwayat Hidup / Biografi Khulafaur Rasyidin bisa kalian pembahasan nya di bawah ini. Khulafaur Rasyidin Setelah Nabi Muhammad saw wafat, orang-orang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin umat Islam adalah Khulafaur Rasyidin. Khulafaur Rasyidin berasal dari kata khulafa dan ar-rasyidin. Kata khulafa merupakan bentuk jamak dari kata khalifah, yang berarti pengganti. Adapun kata ar-rasyidin berarti petunjuk. Dengan demikian, Khulafaur Rasyidin adalah para pengganti yang mendapatkan petunjuk. Khulafaur Rasyidin terdiri atas empat sahabat utama Rasulullah saw, yaitu Abu Bakar as-shiddiq, Usman bin Affan, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abi Thalib. Pemerintahan khulafaur Rasyidin berlangsung selama kurang lebih 30 tahun 11 – 42 H. Dalam masa pemerintahan tersebut , banyak prestasi yang dicapai oleh khulafaur rasyidin bagi kemajuan Islam, di antara nya perluasan wilayah Islam, penataan sistem pemerintahan, dan mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Khulafaur Rasyidin menjadikan Al-Qur’an dan hadist sebagai pedomannya dalam memimpin. Setiap kebijakan yang di ambil selalu sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadist Rasulullah saw. Baca Juga Pengertian Al-Quran Gaya Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin Khulafaur Rasyidin yang terdiri atas empat sahabat Nabi Muhammad saw mempunyai karakteristik dan sifat yang berbeda-beda. Berikut ini gaya kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. 1. Gaya Kepemimpinan Abu Bakar as-Shiddiq Khalifah Abu Bakar as-Siddiq mempunyai karakter lembut dan tegas. Dalam kondisi negara yang kacau, pemimpin yang memiliki karakter seperti Khalifah Abu Bakar as-Siddiq sangat di perlukan. Dengan kelemah lembutannya, Khalifah Abu Bakar as-Siddiq dapat menyadarkan orang -orang yang terbujuk membuat makar. Sementara itu, orang-orang yang menentang pemerintahan Islam dihadapi dengan tegas. 2. Gaya Kepemimpinan Umar bin Khattab Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, situasi negara lebih aman. Dalam kondisi itu, perlu pemimpin yang mempunyai karakter seperti khalifah Umar bin Khattab, yaitu cerdas, tegas, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Kecerdasan Umar bin Khattab sangat diperlukan untuk membangun dasar-dasar kemasyarakatan yang Islami. 3. Gaya Kepemimpinan Usman bin Affan Situasi pada masa Khalifah Usman bin Affan benar-benar sudah aman. Kemakmuran sudah dicapai di segenap lapisan masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, karakter pemimpin yang saleh, penyantun, dan sabar sangat diperlukan. Dengan karakter seperti Khalifah Usman bin Affan tersebut, kemakmuran rakyat dapat tercapai, baik jasmani maupun rohani. 4. Gaya Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Pada masa peralihan kekuasaan dari khalifah Usman bin Affan kepada khalifah Ali bin Abi Thalib, kekacauan kembali terjadi. Dalam keadaan negara yang seperti itu, pemimpin yang berkarakter tegas dan mengutamakan kebenaran memang sangat diperlukan. Ali bin Abi Thalib mempunyai karakter yang tegas. Ketegasan Ali bin Abi Talib dalam membela kebenaran mirip dengan Khalifah Umar bin Khatab. Boigarfi Khulafaur Rasyidin Khulafaur Rasyidin Biografi Khalifah Abu Bakar as-Siddiq Abu Bakar as-Siddiq mempunyai nama lengkap Abu Bakar Abdullah bin Quhafah bin Ustman bin Amr nin Masud bin Taim bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr at-Taimi al-Quraisy. Berarti silsilahnya dengan Nabi saw bertemu pada Murrah bin Ka’ab. Dilahirkan pada tahun 573 M atau dua tahun setelah kelahiran Nabi saw. Beliau dilahirkan di lingkungan suku yang sangat berpengaruh dan suku yang banyak melahirkan tokoh-tokoh besar. Abu Bakar as-Siddiq merupakan orang yang pertama kali masuk Islam dari golongan dewasa, ketika Islam mulai di dakwahkan. Baginya tidaklah sulit mempercayai ajaran yang di bawa Nabi Muhammad saw, dikarenakan sejak kecil ia telah mengenal keagungan dan keluhuran budi pekerti Nabi Muhammad saw. Dia termasuk orang yang terpercaya serta pembantu yang setia. Sebelum memeluk agama Islam, ia dikenal dengan nama Abdul Ka’ab. Setelah memeluk Islam, Nabi Muhammad memberi gelar as-Siddiq, artinya orang yang terpercaya. Setelah masuk Islam, Abu Bakar tidak segan untuk mengorbankan segenap jiwa dan harta bendanya untuk Islam. Ketika terjadi Isra’ Mikraj sebagian besar kaum Quraisy dan para pemukanya menyatakan kebohongan belaka. Namun tidak dengan Abu Bakar, dia tampil ke muka dan membenarkan dengan yakin dan pasti. Oleh karena itu, ia mendapat gelar as-Siddiq yakni dikenal sampai saat ini dengan nama Abu Bakar as-Siddiq. Biografi Khalifah Umar bin Khattab Pada periode mekah, Umar bin Khattab merupakan musuh utama umat Islam. Saat itu ada dua Umar yang terkenal di mekah, yaitu Umar bin Khattab dan Umar bin Hisyam Abu Jahal. Keduanya merupakan tokoh yang memusuhi umat Islam dan ahli perang. Rasulullah saw memohon kepada Allah agar mengislamkan dari salah satu dari Umar tersebut. Permohonan Rasulullah saw di kabulkan dengan masuk Islamnya Umar bin Khattab. Sejak saat itu, Rasulullah saw dan kaum muslimin semakin berani dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat. Umar bin Khattab adalah orang yang sangat cerdas dan tegas dalam membedakan kebenaran dan kebatilan. Karena ketegasannya tersebut, Rasulullah saw memberi gelar al-Faruq, yang artinya pemisah atau pembeda. Allah swt telah membedakan yang hak dan yang bathil dalam dirinya. Selain itu ia juga sangat piawai dalam bidang politik. Kepiawaian Umar bin Khattab dalam bidang politik di awali ketika beliau berhasil menyatukan kaum muhajirin dan kaum Ansar pada saat pemilihan Khalifah yang pertama. Biografi Khalifah Usman bin Affan Sebelum wafat, Khalifah Umar bin Khattab membentuk dewan yang akan mencari penggantinya. Dewan tersebut beranggotakan enam orang sahabat yang saat itu dianggap paling tinggi tingkatannya. Keenam anggota dewan itu adalah Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib, Tahlan bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqas. Dewan tersebut bertugas memilih salah seorang dari mereka untuk menjadi khalifah. Ketua dewan dipegang oleh Abdurrahman bin Auf. Setelah di musyawarahkan di rumah Abdurrahman bin Auf, akhirnya masyoritas suara memilih Usman bin Affan sebagai khalifah pengganti Umar bin Khattab. Usman bin Affan dilantik menjadi khalifah pada hari ketiga setelah wafatnya Umar bin Khattab. Saat terpilih menjadi khalifah, Usman tekah berusia 70 tahun. Usman bin Affan di lahirkan di mekah pada tahun 576 M, 6 tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad saw. Panggilan Usman bin Affan adalah Abu Abdullah, Abu Laila, Abu Amar, atau lebih dikenal dengan sebutan Dzun Nurain, artinya yang memiliki dua cahaya. Karena Nabi Muhammad saw mengawinkan nya dengan dua orang putrinya, yang pertama Ruqayyah, setelah Ruqayyah meninggal Nabi saw menikahinya dengan Umi Kulsum. Usman bin Affan termasuk salah seorang yang pertama kali masuk Islam dari golongan Bani Umayyah. Ia masuk Islam setelah Ali bin Abi Talib dab Zaid bin Harisah atas ajakan Abu Bakar as-Siddiq. Beliau menjadi Khalifah selama 12 tahun. Biografi Khalifah Ali bin Abi Talib Selama beberapa waktu setelah terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan, kota Madinah di kuasai kaum pemberontak yang dipimpin oleh Al-Ghafiqi Ibnu Harbes dan kawan-kawannya. Sebab, kota Madinah tidak mempunyai pemimpin sebagai pengganti Khalifah Usman bin Affan. Penduduk Madinah di dukung oleh ketiga pasukan yang datang dari Mesir, Basrah, dan Kuffah kemudian memilih Ali bin Abi Talib untuk menjadi Khalifah. Ali bin Abi Talib dibai’at setelah ia menolaknya, akan tetapi mereka tetap berkeyakinan bahwa di saat itu tidak ada yang lebih pantas untuk menjadi khalifah selain Ali bin Abi Talib. Memang pada saat itu, sepeninggal Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan yang lebih pantas untuk memimpin umat Islam hanyalah Ali bin Abi Talib. Situasi umat Islam pada masa Khalifah Ali bin Abi Talib sudah jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Umat Islam pada masa Abu Bakar dan Umar bin Khattab masih bersatu. Di samping itu, kehidupan masyrakat Islam masih sederhana, belum banyak terpengaruh oleh kemewahan, kekayaan, dan kedudukan. Pada masa Khalifah Usman bin Affan, keadaan mulai berubah dan perjuangan pun sudah terpengaruh oleh hal-hal keduniawian. Oleh sebab itu umat Islam mulai mengalami perpecahan. Pemerintahan Ali bin Abi Talib tidak memberikan banyak perubahan bagi kemajuan umat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun dalam bidang kebudayaan dan peradaban. Masa pemerintahannya selama 5 tahun banyak dipakai untuk mengamankan daerah dan menupas para pemberontak yang cukup banyak dan berpengaruh di masyarakat. Dalam situasi seperti ini, masih berat bagi Khalifah Ali bin Abi Talib untuk memperluas Islam, maupun untuk memajukan kebudayaan dan peradaban Islam. ___________________________________ Itulah penjelasan kami mengenai penjelasan tentang Pengertian Khulafaur Rasyidin Lengkap. Kalian juga bisa membaca artikel kami yang lain di bawah ini. Terima kasih telah berkunjung. Artikel Lainnya Arti TabarakallahArti Man Jadda WajadaArti BiidznillahArti Fii Amanillah
Kelompoklain sempat berbeda pendapat, kemudian mereka mengusulkan nama-nama lain yang menurutnya lebih pantas meneruskan kepemimpinan Rasulullah SAW. Dengan semangat Ukhuwah Islamiyah, maka Abu Bakar terpilih menjadi orang yang pertama kali menjadi Khulafaur Rasyidin.
Deprecated Function WP_Query was called with an argument that is deprecated since version caller_get_posts is deprecated. Use ignore_sticky_posts instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5697 Notice Undefined variable arkrp in /home/u5450082/public_html/ on line 435 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 7 min read Deprecated Function WP_Query was called with an argument that is deprecated since version caller_get_posts is deprecated. Use ignore_sticky_posts instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5697 Notice Undefined variable arkrp in /home/u5450082/public_html/ on line 435 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 3 min read Deprecated Function WP_Query was called with an argument that is deprecated since version caller_get_posts is deprecated. Use ignore_sticky_posts instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5697 Notice Undefined variable arkrp in /home/u5450082/public_html/ on line 435 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 4 min read Deprecated Function WP_Query was called with an argument that is deprecated since version caller_get_posts is deprecated. Use ignore_sticky_posts instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5697 Notice Undefined variable arkrp in /home/u5450082/public_html/ on line 435 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 Deprecated Function ark_content_rss is deprecated since version Use the_content_feed instead. in /home/u5450082/public_html/ on line 5413 Notice Undefined variable excerpt in /home/u5450082/public_html/ on line 521 5 min read
PEWARISGAYA KEPEMIMPINAN KHULAFAUR RASYIDIN 19/08/2015 Leave a comment kajian utama, Sirah-Harakah Umar bin Abdul Aziz lahir pada tahun 61 H. Ayahnya Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam, salah satu gubernur terbaik pada masa pemerintahan Bani Umaiyyah. Ibunya Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khattab.

403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID wiczIs_si_w_OnLkOMooT1k00MVO3q8LOzrY9yQsanxstJqHhmUGdw==

.
  • f8056jamf2.pages.dev/432
  • f8056jamf2.pages.dev/398
  • f8056jamf2.pages.dev/61
  • f8056jamf2.pages.dev/185
  • f8056jamf2.pages.dev/84
  • f8056jamf2.pages.dev/65
  • f8056jamf2.pages.dev/340
  • f8056jamf2.pages.dev/222
  • gaya kepemimpinan khulafaur rasyidin